KECEPATAN PEMAKANAN PADA MESIN FRAIS
Kecepatan pemakanan (feed rate) pada mesin frais adalah jarak laju pergerakan benda kerja melewati pisau frais yang sedang berputar dalam satu satuan waktu tertentu. Singkatnya, ini adalah seberapa cepat Anda "mendorong" material ke arah pisau pemotong.
Sistem pemotongan ini sangat penting karena menentukan durasi waktu pengerjaan, keawetan pisau potong, dan tingkat kehalusan (kualitas) permukaan benda kerja yang dihasilkan.
1. SATUAN KECEPATAN PEMAKANAN
Terdapat tiga jenis satuan yang umumnya digunakan untuk mendefinisikan pergerakan pemakanan pada mesin frais:
- mm/menit (Milimeter per menit): Jarak pergerakan meja mesin (yang membawa benda kerja) dalam satu menit. Ini adalah satuan ukur akhir yang diatur langsung pada tuas atau panel mesin frais.
- mm/putaran (Milimeter per putaran): Jarak pergerakan benda kerja untuk setiap satu kali putaran penuh poros spindel.
- mm/gigi (Feed per tooth): Ketebalan serpihan material yang dipotong oleh satu mata pisau (gigi) setiap kali gigi tersebut menyentuh benda kerja.
2. RUMUS DASAR PEMAKANAN
Untuk menghitung kecepatan pergeseran meja mesin (mm/menit), Anda memerlukan data putaran mesin (RPM), jumlah mata pisau, dan nilai pemakanan per gigi yang direkomendasikan pabrik pembuat pisau. Rumusnya adalah:
Keterangan:
- F = Kecepatan pemakanan (Feed rate dalam mm/menit)
- f = Pemakanan per gigi (mm/gigi)
- z = Jumlah mata pisau frais
- n = Kecepatan putaran spindel mesin (RPM)
3. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Pengaturan kecepatan pemakanan tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda harus mempertimbangkan beberapa aspek teknis berikut:
| Faktor | Pengaruh terhadap Pemakanan |
| Kekerasan Material | Material keras (seperti baja karbon) membutuhkan pemakanan yang lebih lambat dibandingkan material lunak (seperti aluminium atau kuningan). |
| Material Pisau Frais | Pisau dari bahan Carbide mampu menahan suhu dan kecepatan pemakanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pisau High Speed Steel (HSS). |
| Tujuan Pengerjaan | Proses roughing (pembuangan material secara kasar) menggunakan pemakanan cepat. Sebaliknya, proses finishing (penghalusan akhir) wajib menggunakan pemakanan lambat agar permukaan rata. |
| Kedalaman Potong | Semakin tebal dan dalam pisau menembus material (depth of cut), kecepatan pemakanan harus diturunkan agar beban tidak membuat patah mata pisau. |
4. CONTOH PERHITUNGAN
Misalkan Anda sedang meratakan permukaan sebuah balok baja menggunakan pisau frais jari (End Mill) berbahan High Speed Steel (HSS). Berdasarkan spesifikasi pisau dan material, Anda memiliki data referensi berikut:
- Jumlah mata pisau potong (z): 4 mata pisau (gigi)
- Pemakanan per gigi (f): 0,05 mm/gigi (nilai rekomendasi pabrik untuk material baja)
- Kecepatan putaran spindel (n): 800 putaran per menit (RPM)
Penyelesaian
Untuk mengetahui seberapa cepat meja mesin harus digerakkan, gunakan rumus dasar kecepatan pemakanan:
Artinya, Anda harus mengatur tuas otomatis (atau memutar engkol meja secara manual) sedemikian rupa sehingga benda kerja bergeser sejauh 160 milimeter setiap menitnya. Kecepatan ini memastikan pisau memotong dengan efisien tanpa beban berlebih yang bisa membuat mata pisau cepat tumpul atau patah.
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar