ZMedia Purwodadi

TES AWAL PEMODELAN PART 3D DASAR

Table of Contents



Materi: Pemodelan Part 3D Dasar (Autodesk Inventor)

Cakupan Materi:

  • Fitur Extrude dan Revolve
  • Fitur Modifikasi 3D
  • Work Features

·         Hole Command

1. Perintah yang digunakan untuk mengubah sketsa 2D menjadi bentuk 3D dengan cara mendorong atau menarik profil adalah ....

A. Revolve
B. Sweep
C. Loft
D. Extrude
E. Shell

Kunci Jawaban: D

Pembahasan:
Extrude merupakan fitur dasar untuk membentuk objek 3D dari profil sketsa dengan memberikan ketebalan atau panjang tertentu.

2. Fitur Revolve digunakan untuk ....

A. Menggeser objek
B. Memutar profil terhadap sebuah sumbu sehingga membentuk benda putar
C. Memotong benda kerja
D. Membuat lubang
E. Membuat ulir

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Revolve menghasilkan model 3D dengan memutar profil 2D terhadap axis tertentu, misalnya poros atau pulley.

3. Syarat utama agar fitur Extrude dapat digunakan adalah ....

A. Harus memiliki gambar 3D
B. Memiliki sketch tertutup (closed profile)
C. Harus terdapat Work Axis
D. Harus terdapat Hole
E. Menggunakan dua sketch

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Extrude membutuhkan profil tertutup agar dapat membentuk solid.

4. Sudut putaran standar pada fitur Revolve untuk membentuk benda utuh adalah ....

A. 45°
B. 90°
C. 180°
D. 270°
E. 360°

Kunci Jawaban: E

Pembahasan:
Putaran 360° menghasilkan benda putar penuh.

5. Mode operasi Extrude yang digunakan untuk mengurangi material adalah ....

A. Join
B. New Solid
C. Cut
D. Intersect
E. Surface

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Mode Cut digunakan untuk memotong atau menghilangkan material dari model.

6. Perintah Fillet pada Autodesk Inventor digunakan untuk ....

A. Membuat lubang
B. Membuat sudut menjadi melengkung
C. Memutar benda
D. Menambah material
E. Membuat ulir

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Fillet memberikan radius pada sudut sehingga menjadi lebih halus.

7. Fitur Chamfer berfungsi untuk ....

A. Membulatkan sudut
B. Membuat garis bantu
C. Membuat serong pada tepi benda
D. Membuat lubang
E. Memperbesar objek

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Chamfer menghasilkan bidang miring pada tepi benda kerja.

8. Perintah Shell digunakan untuk ....

A. Membuat ulir
B. Mengosongkan bagian dalam model sehingga memiliki ketebalan dinding tertentu
C. Membuat bidang kerja
D. Menambah panjang benda
E. Membuat lubang ulir

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Shell mengubah benda padat menjadi benda berongga dengan ketebalan yang ditentukan.

9. Perintah Rectangular Pattern digunakan untuk ....

A. Membuat pola melingkar
B. Membuat pola secara linear
C. Memutar objek
D. Membuat ulir
E. Menghapus fitur

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Rectangular Pattern menggandakan fitur dalam arah baris dan kolom.


 

10. Circular Pattern digunakan untuk ....

A. Menyalin fitur mengikuti lintasan lurus
B. Menyalin fitur mengelilingi sumbu tertentu
C. Memutar sketch
D. Membuat Work Plane
E. Membuat lubang

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Circular Pattern menghasilkan pengulangan fitur secara melingkar.

11. Work Plane merupakan ....

A. Bidang gambar
B. Bidang kerja tambahan sebagai referensi pembuatan sketch atau fitur
C. Garis bantu
D. Sumbu koordinat
E. Tampilan layar

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Work Plane digunakan ketika bidang standar tidak cukup untuk membuat sketch baru.

12. Work Axis berfungsi sebagai ....

A. Bidang gambar
B. Garis ukuran
C. Sumbu referensi untuk Revolve atau Circular Pattern
D. Garis dimensi
E. Garis potong

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Work Axis sering digunakan sebagai sumbu putar maupun referensi fitur.

13. Work Point digunakan untuk ....

A. Membuat warna model
B. Menentukan titik referensi pada pemodelan
C. Membuat radius
D. Membuat chamfer
E. Menghapus fitur

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Work Point merupakan titik bantu yang digunakan sebagai acuan berbagai fitur.

14. Keuntungan menggunakan Work Features adalah ....

A. Mengurangi ukuran monitor
B. Mempermudah pembuatan fitur yang kompleks
C. Menghilangkan Browser
D. Mengubah material otomatis
E. Mempercepat rendering

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Work Features membantu membuat model yang membutuhkan referensi tambahan.

15. Perintah Hole digunakan untuk ....

A. Membuat alur
B. Membuat lubang dengan parameter tertentu
C. Membuat ulir luar
D. Membulatkan sudut
E. Membuat bidang

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Hole Command membuat lubang dengan ukuran, tipe, dan kedalaman sesuai parameter.

16. Jenis Hole yang menembus seluruh benda kerja adalah ....

A. Blind
B. Spotface
C. Through All
D. Counterbore
E. Countersink

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Through All menghasilkan lubang yang menembus seluruh ketebalan benda.

17. Lubang dengan kedalaman tertentu tanpa menembus seluruh benda disebut ....

A. Through All
B. Blind
C. Threaded
D. Counterbore
E. Countersink

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Blind Hole memiliki kedalaman tertentu sesuai parameter yang diberikan.

18. Counterbore merupakan jenis lubang yang memiliki ....

A. Bagian atas berbentuk kerucut
B. Bagian atas berbentuk silinder dengan diameter lebih besar
C. Ulir luar
D. Radius
E. Profil oval

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Counterbore digunakan sebagai dudukan kepala baut silinder.

19. Countersink merupakan lubang yang memiliki ....

A. Bagian atas berbentuk kerucut
B. Bagian atas berbentuk persegi
C. Dua sumbu
D. Radius besar
E. Profil setengah lingkaran

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:
Countersink digunakan untuk baut berkepala tirus agar rata dengan permukaan.


 

20. Keuntungan menggunakan Hole Command dibandingkan membuat lubang dengan Extrude Cut adalah ....

A. Ukuran file lebih besar
B. Parameter lubang lebih lengkap dan sesuai standar
C. Tidak memerlukan sketch
D. Tidak dapat diedit
E. Hanya untuk gambar 2D

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Hole Command menyediakan parameter diameter, kedalaman, ulir, counterbore, dan countersink sehingga lebih efisien dan sesuai standar teknik.

21. Urutan yang paling tepat dalam membuat model part sederhana di Autodesk Inventor adalah ....

A. Hole → Work Plane → Sketch → Extrude
B. Sketch → Extrude/Revolve → Modifikasi 3D → Hole → Work Features bila diperlukan
C. Chamfer → Hole → Sketch → Extrude
D. Work Axis → Pattern → Sketch
E. Shell → Sketch → Extrude

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Alur pemodelan yang benar dimulai dengan membuat sketsa 2D, membentuk model menggunakan Extrude atau Revolve, kemudian melakukan modifikasi seperti Fillet, Chamfer, Shell, Pattern, menambahkan Hole, dan menggunakan Work Features apabila diperlukan sebagai referensi tambahan.

 


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar