ZMedia Purwodadi

PUTARAN SPINDLE PADA MESIN FRAIS

Table of Contents

Putaran spindle pada mesin frais adalah kecepatan putar poros utama mesin yang berfungsi untuk memutar alat potong (pisau frais atau cutter). Kecepatan putaran ini dinyatakan dalam satuan RPM (Revolutions Per Minute) atau jumlah putaran penuh dalam satu menit.

Putaran spindle sangat krusial karena menentukan seberapa cepat mata pisau menyayat material benda kerja. Jika putaran terlalu lambat, waktu pengerjaan menjadi lama dan hasil sayatan bisa kasar. Sebaliknya, jika putaran terlalu cepat, pisau frais bisa cepat tumpul, panas, atau bahkan patah.

1. FAKTOR PENENTU PUTARAN SPINDLE

Menentukan putaran spindle tidak bisa dilakukan sembarangan. Operator mesin harus menyesuaikannya berdasarkan tiga faktor utama:

  • Kecepatan Potong (Cutting Speed / Cs): Kemampuan optimal suatu material untuk dipotong, biasanya diukur dalam meter/menit. Material yang keras (seperti baja) membutuhkan putaran yang lebih lambat dibandingkan material yang lunak (seperti aluminium atau plastik).
  • Material Alat Potong: Pisau frais yang terbuat dari material Carbide mampu menahan panas lebih baik dan bisa diputar lebih cepat dibandingkan pisau dari High Speed Steel (HSS).
  • Diameter Pisau Frais: Semakin besar diameter pisau frais, putaran spindle harus diatur semakin lambat agar kecepatan gesek di ujung pisau tidak melebihi batas toleransi.

2. RUMUS PUTARAN SPINDLE

Untuk mendapatkan putaran mesin yang ideal secara teoritis, digunakan rumus matematis berikut:

Keterangan:

  • n = Kecepatan putaran spindel / mesin (Rotasi Per Menit / RPM)
  • Cs = Kecepatan potong (meter/menit)
  • Phi = Konstanta lingkaran (biasanya menggunakan 3,14)
  • d = Diameter pisau frais / cutter (milimeter)
  • 1000 = Angka konversi untuk menyamakan satuan diameter (mm) ke meter (m).

3. CONTOH PERHITUNGAN

Soal:

Seorang operator mesin frais akan menyayat balok Baja Karbon Rendah (St.37) menggunakan pisau frais jenis HSS (High-Speed Steel) berdiameter d = 20 mm. Berdasarkan tabel referensi, kecepatan potong (Cs) untuk kombinasi bahan tersebut adalah 25 m/min. Berapakah kecepatan putaran mesin (n) yang harus diatur pada handle mesin frais?

Diketahui:

  • Cs = 25 m/min 
  •  d = 20 mm 
  • Phi = 3,14

Penyelesaian:

Kesimpulan:

Putaran mesin teoritis yang didapatkan adalah sekitar 398 RPM. Pada praktiknya di bengkel SMK atau industri, kita tinggal melihat handle transmisi pada mesin frais dan memilih nilai kecepatan yang paling mendekati 398 RPM (misalnya 400 RPM atau 380 RPM, tergantung ketersediaan tingkatan putaran pada gearbox mesin tersebut).


-= TERIMA KASIH =-

 

Posting Komentar