ZMedia Purwodadi

TEKNIK PEMESINAN GERINDA

Table of Contents

1. PERSIAPAN PEKERJAAN GERINDA

Tahap ini merupakan fondasi keselamatan dan pemahaman teknis sebelum peserta didik menyalakan mesin.

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi mesin gerinda, memilih batu gerinda yang tepat, serta menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan disiplin.

Materi Pembelajaran:

  • Prosedur K3LH dan Alat Pelindung Diri (APD) khusus pemesinan gerinda (kacamata safety, masker, sarung tangan khusus, dll).
  • Jenis-jenis mesin gerinda (gerinda duduk/alat, gerinda datar/ surface, gerinda silindris).
  • Spesifikasi, identifikasi kode, dan karakteristik batu gerinda.
  • Parameter pemotongan pada mesin gerinda (kecepatan putar, gerak makan).

Praktik:

  • Pemasangan dan pelepasan batu gerinda.
  • Melakukan proses dressing dan truing pada batu gerinda untuk meratakan dan menajamkan permukaan.
  • Inspeksi awal kelayakan mesin dan kalibrasi nol pada tuas pemakan.
Evaluasi

  • Tes tertulis mengenai kode batu gerinda dan observasi kedisiplinan penerapan SOP/K3.


2. PEMBENTUKAN PENGASAHAN PAHAT & ALAT POTONG

Fokus pada keterampilan menggunakan mesin gerinda alat/duduk untuk merawat atau membentuk alat potong yang digunakan pada mesin bubut atau frais.

Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik mampu mengasah dan membentuk geometri alat potong sesuai dengan standar sudut penyayatan material.

Materi Pembelajaran

  • Geometri alat potong (pahat bubut HSS, mata bor).
  • Fungsi dan standar sudut potong (sudut bebas, sudut buang, sudut potong) untuk berbagai jenis material.
  • Teknik pendinginan selama proses pengasahan untuk menghindari overheating yang dapat merusak struktur karbon alat potong.

Praktik

  • Mengasah pahat bubut rata kanan dan rata kiri.
  • Mengasah pahat bubut ulir segitiga.
  • Mengasah ujung mata bor (twist drill).
Evaluasi
  • Pengukuran akurasi sudut alat potong hasil asahan menggunakan mal pahat ( center gauge ) atau bevel protractor.


3. PENGGERINDAN DATAR

Pengenalan proses penyayatan material menggunakan mesin gerinda datar (surface grinding) atau silindris.

Tujuan Pembelajaran
  • Peserta didik mampu melakukan pencekaman benda kerja dengan benar dan melakukan penyayatan dasar untuk meratakan permukaan.

Materi Pembelajaran

  • Teknik pencekaman benda kerja (menggunakan magnetic chuck atau ragum presisi).
  • Penggunaan coolant (cairan pendingin) dalam pemesinan.
  • Arah gerakan meja dan penentuan depth of cut (kedalaman potong) yang aman.

Praktik

  • Membersihkan dan meratakan magnetic chuck.
  • Penggerindaan permukaan datar pada balok baja ringan (pemakanan tipis 0.01 mm - 0.02 mm).
Evaluasi
  • Observasi sikap kerja, teknik pencekaman, dan kelancaran proses penyayatan tanpa menimbulkan chatter (getaran).


4. PENGERJAAN GERINDA BENDA SEDERHANA

Meningkatkan tingkat kesulitan dengan menargetkan ukuran dimensi tertentu dengan batas toleransi.

Tujuan Pembelajaran
  • Peserta didik mampu menggerinda benda kerja sederhana hingga mencapai ukuran nominal dan toleransi linier yang dipersyaratkan.

Materi Pembelajaran

  • Pembacaan gambar kerja dan pemahaman toleransi linier (suaian).
  • Teknik pemakanan memanjang (traverse grinding) dan menukik (plunge grinding).
  • Alat ukur presisi: mikrometer luar/dalam dan jangka sorong ketelitian 0.01 mm atau 0.02 mm.

Praktik

  • Membuat poros lurus presisi (gerinda silindris) atau meratakan 6 sisi balok hingga tegak lurus (gerinda rata).

Evaluasi
  • Inspeksi dimensi akhir benda kerja menggunakan mikrometer. Uji kesikuan (tegak lurus) antar bidang menggunakan precision square (siku-siku presisi).


5. PENGERJAAN GERINDA BENDA KOMPLEKS

Tahap ini menuntut tingkat keahlian tinggi, fokus pada toleransi geometrik, dan pembentukan profil khusus.


Tujuan Pembelajaran
  • Peserta didik mampu menyetting peralatan tambahan dan menggerinda benda kerja berbentuk kompleks (bertingkat, bersudut, atau tirus).

Materi Pembelajaran:

  • Toleransi geometrik (kesilindrisan, kelurusan, kesejajaran, kesimetrisan).
  • Teknik penggerindaan tirus dengan memiringkan meja, wheelhead, atau workhead.
  • Penggunaan alat bantu presisi seperti sine bar, blok V (V-block), atau rotary table.

Praktik:

  • Pembuatan poros bertingkat dan poros tirus (gerinda silindris).
  • Pembuatan sudut kemiringan pada blok baja menggunakan sine bar (gerinda rata).
Evaluasi
  • Penilaian terhadap ketepatan sudut kemiringan dan kualitas peralihan antar tingkat pada poros.


6. EVALUASI HASIL PENGGERINDAAN

Tahap akhir yang berfokus pada pengendalian mutu (Quality Control) dan analisis kegagalan.

Tujuan Pembelajaran
  • Peserta didik mampu menggunakan alat ukur metrologi untuk mengevaluasi kualitas produk secara menyeluruh serta menganalisis cacat penggerindaan.

Materi Pembelajaran:

  • Kekasaran permukaan dan simbol pengerjaan (nilai RaRz).
  • Instrumen ukur tingkat lanjut: Dial IndicatorSurface Roughness Tester.
  • Analisis cacat produk: Burn mark (gosong/perubahan warna), retak rambut (hairline cracks), dimensi undersize, dan permukaan tidak rata.

Praktik:

  • Melakukan inspeksi final (QC) terhadap benda kerja dari Bagian 5.
  • Mengukur kekasaran permukaan hasil gerinda untuk memastikan nilai Ra memenuhi standar gambar kerja.
  • Pengecekan konsentrisitas (kesepusatan) poros menggunakan dial indicator.
Evaluasi
  • Peserta didik menyusun Laporan Kualitas (QC Report) yang merinci hasil pengukuran aktual berbanding standar, serta memaparkan analisis jika terjadi penyimpangan atau cacat pada produk akhir.
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar