GERAK MAKAN PER GIGI PADA MESIN FRAIS
1. PENGERTIAN
Gerak makan per gigi (feed per tooth) pada mesin frais adalah jarak pergeseran benda kerja (dalam milimeter) setiap kali satu mata potong (gigi) pada pisau frais melakukan sayatan.
Secara sederhana: jika pisau frais Anda memiliki 4 gigi (mata potong), setiap kali pisau itu berputar satu putaran penuh, benda kerja akan disayat sebanyak 4 kali. "Gerak makan per gigi" adalah seberapa jauh meja mesin harus bergeser untuk memfasilitasi tepat satu dari 4 sayatan tersebut. Parameter ini merupakan standar dasar dalam pemesinan, biasanya disimbolkan dengan fz, dan diukur dalam satuan mm/gigi (milimeter per gigi).
2. HUBUNGAN DENGAN KECEPATAN PEMAKANAN
Gerak makan per gigi tidak berdiri sendiri. Nilai ini digunakan oleh operator untuk menghitung Kecepatan Pemakanan meja mesin (Feed Rate atau vf), yaitu seberapa cepat meja frais secara keseluruhan harus bergerak menyodorkan benda kerja. Rumus perhitungannya adalah:
Keterangan :
- vf = Kecepatan pemakanan gerak meja mesin (mm/menit)
- fz = Gerak makan per gigi (mm/gigi)
- z = Jumlah gigi/mata potong pada pisau frais
- n = Putaran spindel mesin (RPM)
3. PENGGUNAAN GERAK MAKAN
Nilai fz secara langsung menentukan seberapa tebal serpihan material (tatal atau chip) yang terpotong oleh setiap gigi. Menentukan nilai yang tepat sangat krusial untuk menjaga keawetan alat dan kualitas produksi:
- Jika terlalu besar: Pisau frais akan dipaksa memakan material terlalu banyak dan tebal sekaligus. Ini bisa menyebabkan pisau patah, permukaan hasil pemotongan menjadi sangat kasar, dan mesin bergetar hebat.
- Jika terlalu kecil: Pisau tidak benar-benar menyayat material, melainkan hanya menggosok atau bergesekan (rubbing). Gesekan ini menghasilkan panas yang berlebihan (overheating), membuat mata pisau sangat cepat tumpul, dan bisa mengeraskan permukaan benda kerja (terutama pada logam tertentu).
Nilai fz yang ideal tidak ditebak, melainkan merujuk pada tabel referensi pabrikan alat potong. Nilainya sangat bergantung pada jenis material yang dipotong (aluminium lebih besar dari baja keras) dan jenis material pisau frais itu sendiri (HSS atau karbida).
4. CONTOH PERHITUNGAN
Anda akan mengefrais material Baja Lunak (Mild Steel) menggunakan pisau frais HSS (High Speed Steel) jenis End Mill. Berdasarkan tabel referensi pabrikan perkakas, Anda mendapatkan data berikut:
- Diameter pisau frais (d): 10 mm
- Jumlah gigi mata potong (z): 4 gigi (pisau 4-flute)
- Kecepatan potong material (Vc): 30 meter/menit
- Gerak makan per gigi (fz): 0,05 mm/gigi
Sebelum menghitung kecepatan pemakanan meja, kita harus tahu seberapa cepat pisau berputar menggunakan rumus :
Sekarang kita tahu putaran mesinnya adalah 955 RPM. Langkah selanjutnya adalah menghitung seberapa cepat meja mesin harus bergeser menyodorkan benda kerja menggunakan rumus :
Kesimpulan:
Agar pisau frais awet dan hasil sayatan optimal sesuai standar pabrikan, Anda harus mengatur putaran mesin di angka 955 rpm, dan memutar engkol meja mesin (atau mengatur sistem otomatis mesin CNC) agar bergerak dengan kecepatan 191 milimeter per menit.
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar