PEMERIKSAAN PADA PEMBUBUTAN PROFIL
Ketelitian dalam pemeriksaan ini sangat penting. Contohnya, dalam pengerjaan mekanis untuk modifikasi mesin otomotif—seperti penyesuaian ukuran dan dome piston atau pembentukan ulang poros gigi rasio untuk Supra X 125—kesalahan bentuk profil sekecil apa pun dapat mengubah kompresi atau menyebabkan gesekan mekanis yang fatal.
1. ALAT PEMERIKSA UTAMA
Pada bubut konvensional, alat ukur digital yang kompleks jarang digunakan di tengah proses. Operator umumnya mengandalkan alat ukur fisik yang disebut Mal (Gauge).
- Mal Radius (Radius Gauge): Ini adalah set lempengan baja kecil yang memiliki potongan lengkungan standar (cembung dan cekung) dengan ukuran jari-jari tertentu (misalnya R5, R10, dsb). Mal ini digunakan untuk mengecek keakuratan sudut melengkung pada benda kerja.
- Mal Profil Khusus (Profile Template): Untuk bentuk yang sangat spesifik dan kompleks (bukan sekadar radius standar), operator biasanya membuat plat cetakan (template) dari lembaran logam tipis yang dipotong persis seperti bayangan terbalik dari profil yang diinginkan.
2. ALAT UKUR PENDUKUNG
Selain mal, pemeriksaan dimensi dasar profil tetap memerlukan instrumen standar:
- Jangka Sorong (Caliper): Untuk mengukur panjang, kedalaman, dan diameter luar pada titik-titik referensi tertentu dari profil tersebut.
- Mikrometer Luar: Jika pada profil tersebut terdapat bagian silindris yang membutuhkan toleransi sangat ketat.
- Busur Derajat (Bevel Protractor): Digunakan jika profil tersebut melibatkan sudut kemiringan atau tirus.
3. METODE PEMERIKSAAN MANUAL (LIGHT GAP METHOD)
Ini adalah metode paling umum dan efektif yang digunakan oleh operator bubut konvensional untuk memeriksa kesesuaian kontur:
- Pembersihan: Mesin dimatikan, dan benda kerja dibersihkan dari tatal (beram/sisa potongan) serta cairan pendingin.
- Penempelan Mal: Mal radius atau mal profil ditempelkan secara tegak lurus pada permukaan benda kerja yang baru saja dibubut.
- Observasi Visual (Pencahayaan): Operator akan memberikan sumber cahaya dari arah belakang benda kerja dan mal (bisa menggunakan lampu mesin atau senter kecil).
Analisis Celah: * Jika tidak ada cahaya yang bocor atau terlihat melewati celah antara benda kerja dan mal, berarti profil sudah terbentuk dengan sempurna dan presisi.
Jika terlihat garis cahaya di titik tertentu, itu menandakan masih ada material yang kurang terpotong (membentuk benjolan) atau justru terlalu banyak terpotong. Operator harus melanjutkan pemakanan secara perlahan pada bagian yang menonjol tersebut.
4. METODE TIRU SALIN (COPY TURNING)
Beberapa mesin bubut konvensional dapat dipasangi alat tambahan berupa copy attachment.
- Mal profil dipasang pada bagian belakang eretan mesin bubut
- Sebuat tuas pelacak akan menyentuh pingguran mak tersebut
- Saat eretan bergerak memanjang, tuas pelacak akan mengikuti lekukan mal. Gerakan ini akan ditransfer ke pahat bubut, sehingga pahat bergerak maju mundur secara otomatis mengikuti bentuk mal.
Sumber : tiktok.com/@rudicungkring097

Posting Komentar