ZMedia Purwodadi

KESALAHAN PEMBENTUKAN PROFIL

Table of Contents

Pembentukan profil (seperti membuat radius, tirus, atau bentuk kontur khusus) menggunakan mesin bubut konvensional sangat bergantung pada keterampilan tangan operator dan kondisi mekanis mesin. Berbeda dengan mesin CNC yang dikendalikan komputer, mesin bubut konvensional memiliki risiko kesalahan yang lebih tinggi.

Berikut adalah klasifikasi kesalahan yang paling umum terjadi saat pembentukan profil pada mesin bubut konvensional:

1. KESALAHAN SETUP & GEOMETRI (TAPPING)

  • Pahat Tidak Setinggi Senter: Ini adalah kesalahan paling fatal. Jika ujung pahat berada di atas atau di bawah titik pusat benda kerja, geometri profil yang dihasilkan akan menyimpang (terutama saat membuat bidang rata/ facing atau menembus diameter kecil) dan menyebabkan pahat menggesek benda kerja (rubbing).
  • Sudut Pahat Tidak Sesuai: Profil yang rumit membutuhkan sudut bebas (clearance angle) dan sudut tatal (rake angle) yang tepat. Jika sudutnya salah, pahat tidak akan memotong dengan bersih dan bisa menabrak dinding profil yang sedang dibentuk.
  • Keausan Ujung Pahat: Pahat yang tumpul atau rompal akan mengubah radius potong, membuat dimensi profil menyimpang dari ukuran yang ditargetkan dan menghasilkan permukaan yang kasar.
2. KESALAHAN OPERASIONAL & KETERAMPILAN TANGAN
  • Koordinasi Eretan yang Buruk: Saat membuat profil lengkung atau radius secara manual tanpa alat bantu (radius attachment), operator harus memutar eretan memanjang (sumbu Z) dan eretan lintang (sumbu X) secara bersamaan. Gerakan tangan yang tidak sinkron akan menghasilkan profil yang bergelombang atau tidak proporsional.
  • Kesalahan Membaca Skala Nonius (Dial): Kesalahan perhitungan saat memutar handwheel eretan, atau lupa memperhitungkan backlash (kelonggaran ulir eretan), membuat kedalaman potong menjadi tidak akurat.
  • Kesalahan Setting Eretan Atas (Compound Rest): Saat membuat profil tirus, sudut eretan atas harus diatur dengan sangat presisi. Pergeseran sudut sekecil apa pun akan mengubah kemiringan tirus secara signifikan.
3. FAKTOR MESIN & PARAMETER PEMOTONGAN
  • Adanya Backlash (Kelonggaran Eretan): Pada mesin bubut tua, ulir transportir atau ulir eretan sering kali sudah aus. Saat arah putaran tuas dibalik, ada jeda putaran kosong yang menyebabkan ukuran profil meleset.
  • Getaran (Chatter): Terjadi karena putaran spindel (RPM) terlalu tinggi, feed rate terlalu cepat, atau pahat terlalu menonjol keluar dari tool post. Getaran ini akan merusak bentuk profil dan meninggalkan pola garis-garis kasar pada permukaan benda kerja.
  • Pemakanan (Depth of Cut) Terlalu Tebal: Memaksa mesin memakan material terlalu banyak dalam satu kali jalan dapat membuat benda kerja melentur atau pahat bergeser dari posisinya.
4. SETUP BENDA KERJA
  • Benda Kerja Oleng (Runout): Pencekaman pada chuck tidak rata/senter, sehingga saat dibubut, profil yang dihasilkan menjadi tidak simetris atau eksentrik.
  • Benda Kerja Melentur (Deflection): Jika material yang dibubut cukup panjang dan tidak didukung oleh senter kepala lepas (tailstock center), tekanan dari ujung pahat akan mendorong benda kerja menjauh, menyebabkan profil bagian tengah atau ujung menjadi lebih besar diameternya (membentuk tirus yang tidak disengaja).

Posting Komentar