PENGELASAN DASAR (LISTRIK ASITELIN)
Dalam kurikulum SMK jurusan Teknik Pemesinan, pengelasan dasar adalah salah satu kompetensi inti yang wajib dikuasai. Dua metode yang paling fundamental dan sering diajarkan di tahap awal adalah Pengelasan Listrik (SMAW) dan Pengelasan Asetilin (OAW).
Keduanya memiliki prinsip kerja, peralatan, dan aplikasi yang sangat berbeda. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai masing-masing metode beserta standar keselamatannya.
A. PENGELASAN LISTRIK (SMAW)
SMAW (Shielded Metal Arc Welding) atau las listrik adalah proses penyambungan logam yang menggunakan energi listrik untuk menghasilkan panas. Panas ini mencairkan material dasar dan elektroda (kawat las).
1. Prinsip Kerja
Arus listrik dari mesin las dialirkan melalui kabel ke elektroda. Ketika ujung elektroda didekatkan (di-gores atau di-ketuk) ke logam induk yang sudah dihubungkan dengan kabel massa, terjadilah "busur listrik" (loncatan ion). Panas dari busur ini mencapai suhu hingga 3.000°C - 5.000°C, yang secara instan mencairkan logam dan elektroda secara bersamaan.
2. Peralatan Utama:
- Mesin Las (AC/DC): Sumber tenaga yang mengubah tegangan listrik menjadi arus yang sesuai untuk pengelasan.
- Elektroda (Kawat Las): Berfungsi sebagai logam pengisi sekaligus pelindung. Elektroda ini dilapisi oleh fluks (salutan) yang saat terbakar akan menghasilkan gas pelindung untuk mencegah oksidasi pada cairan logam. Setelah dingin, fluks ini menjadi terak (kotoran) yang harus dibersihkan.
- Kabel Massa & Kabel Elektroda: Mengalirkan arus dari mesin ke benda kerja dan tang las.
- Tang Las (Electrode Holder) & Klem Massa: Untuk menjepit elektroda dan menempelkan arus massa ke meja/benda kerja.
3. Karakteristik & Aplikasi:
Sangat ideal untuk pengelasan pelat tebal, baja struktural, dan konstruksi mesin. Prosesnya cepat, alatnya portabel, namun membutuhkan keterampilan mengontrol jarak busur (ayunan) agar hasil lasan rata dan tidak berlubang.
B. PENGELASAN ASETILIN (OAW)
OAW (Oxy-Acetylene Welding) sering disebut las karbit oleh masyarakat umum. Metode ini menggunakan campuran dua gas yaitu Oksigen dan Asetilin yang dibakar untuk menghasilkan nyala api bersuhu tinggi.
1. Prinsip Kerja
Gas oksigen dan gas asetilin dialirkan dari tabung masing-masing melalui selang menuju brander (pembakar). Di dalam brander, kedua gas dicampur dan dinyalakan di ujung nosel. Nyala api inilah yang digunakan untuk memanaskan dan mencairkan logam induk. Jika diperlukan, kawat tambahan (filler rod) diumpankan secara manual ke dalam kubangan logam cair tersebut.
2. Peralatan Utama
- Tabung Gas: Tabung Oksigen (biasanya biru/hijau) dan Tabung Asetilin (biasanya merah/marun).
- Regulator: Alat pembaca dan pengatur tekanan gas yang keluar dari tabung menuju selang.
- Selang Gas: Harus tahan tekanan tinggi; warna disamakan dengan tabungnya agar tidak tertukar.
- Brander (Welding Torch): Gagang las tempat bercampurnya gas. Terdapat katup pengatur volume oksigen dan asetilin untuk mengatur jenis nyala api.
- Kawat Tambah (Filler Metal): Batangan logam polos tanpa salutan pelindung.
3. Jenis Nyala Api pada Las Asetilin:
- Nyala Netral: Campuran gas seimbang. Digunakan untuk mengelas baja ringan/baja karbon biasa.
- Nyala Karburasi (Kelebihan Asetilin): Digunakan untuk mengelas aluminium, nikel, atau pengerasan permukaan.
- Nyala Oksidasi (Kelebihan Oksigen): Nyala api pendek dan runcing. Digunakan untuk memotong logam atau mengelas kuningan dan perunggu.
4. Karakteristik & Aplikasi:
Sangat cocok untuk plat tipis (seperti bodi mobil atau tangki motor) karena panasnya lebih mudah dikontrol dan tidak mudah melubangi material tipis dibandingkan las listrik. Selain untuk menyambung, alat ini juga sering digunakan untuk pemanasan (meluruskan besi) dan pemotongan pelat.
C. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PENGELASAN
Praktik di bengkel pemesinan wajib menerapkan prosedur K3 yang ketat karena risiko pengelasan cukup tinggi (radiasi cahaya, panas, asap beracun, dan bahaya listrik/ledakan).
- Topeng Las (Welding Helmet): Wajib menggunakan kaca gelap standar (DIN 10-12 untuk listrik, DIN 4-6 untuk gas) agar mata tidak terkena radiasi ultraviolet dan inframerah yang bisa menyebabkan katarak atau arc eye (mata terasa berpasir).
- Pakaian Kerja (Wearpack) & Apron Dada/Lengan: Terbuat dari bahan kulit atau katun tebal yang tidak mudah terbakar untuk menahan percikan api (spatter).
- Sarung Tangan Kulit (Welding Gloves): Melindungi tangan dari panas radiasi dan logam cair.
- Sepatu Safety: Ujungnya berlapis besi untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda kerja berat.
- Ventilasi yang Baik: Asap las (terutama dari fluks elektroda) mengandung zat kimia berbahaya yang tidak boleh terhirup terlalu lama.
-= TERIMA KASIH =-




Posting Komentar