ZMedia Purwodadi

JENIS SAMBUNGAN PADA MANUFAKTUR MESIN

Table of Contents

Secara garis besar, sambungan pada manufaktur mesin dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan sifat bongkar-pasangnya: Sambungan Tetap (Permanent Joint) dan Sambungan Tidak Tetap (Non-Permanent / Fastening Joint).

A. SAMBUNGAN TETAP (PERMANENT JOINTS)

Sambungan ini bersifat permanen. Artinya, jika Anda ingin melepas atau membongkar komponen yang disambung, Anda harus merusak sambungan tersebut (dan terkadang merusak komponennya juga).

1. Sambungan Las (Welding Joint) 

  • Ini adalah proses penyambungan logam dengan cara memanaskan material hingga mencair, kemudian disatukan (dengan atau tanpa bahan tambah/filler). Sambungan las sangat kuat dan kedap cairan/gas, menjadikannya standar untuk konstruksi berat.

  • Contoh: Rangka mesin (chassis), tangki bertekanan, dan konstruksi jembatan.

2. Sambungan Paku Keling (Riveted Joint) 

  • Paku keling digunakan dengan cara memasukkan paku ke dalam lubang pelat yang akan disambung, lalu ujung paku dipukul atau ditekan hingga melebar dan mengunci pelat tersebut. Sambungan ini tahan terhadap getaran tinggi dan tidak mengubah struktur material (karena tidak menggunakan panas tinggi seperti las).

  • Contoh: Konstruksi badan pesawat terbang, rangka jembatan tua, dan kampas kopling/rem.

3. Sambungan Susut dan Tekan (Shrink and Press Fit) 

  • Sambungan ini mengandalkan toleransi suaian sesak (interference fit). Komponen dipaksa masuk dengan mesin pres hidrolik, atau salah satu komponen dipanaskan (agar memuai) lalu komponen lainnya dimasukkan. Saat dingin, komponen akan menyusut dan mengunci dengan sangat kuat.

  • Contoh: Pemasangan roda gigi (gear) pada poros (shaft), cincin baja pada roda kereta api.

4. Penyolderan dan Pematrian (Soldering & Brazing) 

  • Mirip dengan las, tetapi menggunakan bahan tambah logam paduan yang titik leburnya lebih rendah dari logam induk. Logam induk tidak ikut mencair.

  • Contoh: Sambungan pipa tembaga pada radiator atau sistem pendingin, komponen elektronik.

B. SAMBUNGAN TIDAK TETAP (NON PERMANENT JOINT)

Sambungan ini dirancang agar komponen dapat dirakit dan dibongkar kembali berulang kali untuk keperluan perawatan (maintenance), perbaikan, atau penggantian suku cadang tanpa merusak komponen mesin.

1. Sambungan Ulir / Mur dan Baut (Threaded / Bolted Joint) 

  • Ini adalah jenis sambungan paling umum di dunia pemesinan. Menggunakan gaya gesek pada alur ulir untuk mengunci dua atau lebih komponen. Keuntungannya adalah sangat mudah dibongkar-pasang dan memiliki standarisasi yang jelas (metrik atau inchi).

  • Contoh: Pengikat blok mesin (cylinder head), perakitan cover mesin, poros roda.

2. Sambungan Pasak (Key Joint) 

  • Pasak (key) adalah potongan logam baja yang dipasang di antara poros (shaft) dan lubang (hub) pada komponen transmisi. Pasak berfungsi untuk memastikan komponen yang berputar (seperti roda gigi atau puli) berputar bersama-sama dengan porosnya tanpa mengalami selip.

  • Contoh: Pemasangan roda gigi pada poros transmisi, pemasangan puli pada poros motor listrik.

3. Sambungan Pena (Pin Joint)

  • Pena digunakan untuk menjaga posisi relatif dua komponen agar tetap sejajar (alignment) atau sebagai engsel yang memungkinkan gerakan berayun/berputar pada satu sumbu. Pena ada yang berbentuk silindris, tirus, atau belah (cotter pin).

  • Contoh: Piston pin (menghubungkan piston dengan batang torak), engsel tuas, pengunci mur mahkota.



-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar