ZMedia Purwodadi

JENIS-JENIS BAHAN TEKNIK PEMESINAN

Table of Contents


Untuk memahami proses manufaktur mesin di tingkat SMK Pemesinan, pengenalan terhadap jenis-jenis material adalah pondasi utama. Saat praktik di bengkel mulai dari sekadar membubut poros lurus hingga memodifikasi ukuran piston atau menghitung ulang gear ratio untuk motor seperti Supra X 125 pemilihan bahan akan menentukan apakah komponen tersebut akan awet, mudah dikerjakan, atau justru cepat hancur.

A. LOGAM BESI (FERROUS)

Ini adalah bahan yang mengandung unsur dasar karbon (C) dan besi (Fe). Bahan ini paling sering dijumpai di bengkel pemesinan karena kuat dan harganya relatif terjangkau.

1. Besi Tuang (Cast Iron)

  • Sifatnya keras namun getas (mudah retak jika dipukul keras), tetapi sangat baik dalam meredam getaran.

  • Contoh aplikasi: Bodi atau alas mesin bubut, blok silinder mesin, dan piringan cakram rem.

2. Baja Karbon (Carbon Steel)

  • Baja ini dibagi lagi berdasarkan kadar karbonnya. Semakin tinggi karbonnya, semakin keras namun semakin sulit dikerjakan (dimesin).

3. Baja Karbon Rendah (Mild Steel / ST37)
  • Lunak dan mudah dilas. Sering digunakan untuk membuat mur, baut, atau poros (as) ringan.
4. Baja Karbon Menengah
  • Lebih kuat dan bisa dikeraskan (hardening). Biasanya dipakai untuk membuat gear (roda gigi) standar, poros engkol, atau komponen yang butuh daya tahan gesekan lebih tinggi.
5. Baja Karbon Tinggi (Tool Steel / Baja Perkakas)
  • Sangat keras dan tahan panas.
  • Contoh aplikasi: Pahat bubut (HSS / High-Speed Steel), mata bor, dan mata frais.


B. LOGAM BUKAN BESI (NON FERROUS)

Logam jenis ini tidak mengandung unsur besi, sehingga memiliki keunggulan utama: tidak berkarat, lebih ringan, dan merupakan penghantar panas/listrik yang baik.

1. Aluminium (dan Paduannya / Alloy)

  • Sangat ringan dan cepat membuang panas. Murni aluminium terlalu lunak untuk mesin, sehingga harus dicampur (dipadukan) dengan tembaga, silikon, atau magnesium.

  • Contoh aplikasi: Pembuatan piston motor, blok crankcase, dan pelek racing. Piston membutuhkan paduan aluminium khusus agar kuat menahan kompresi dan panas pembakaran tanpa membebani putaran mesin.

2. Tembaga (Copper) dan Paduannya:

  • Kuningan (Tembaga + Seng): Mudah dibentuk dan tahan korosi. Sering dipakai untuk nosel, katup (valve), atau komponen dekoratif.
  • Perunggu (Tembaga + Timah): Memiliki sifat geser yang sangat baik dan licin (rendah friksi). Sangat ideal untuk bushing (bos) pada as roda atau poros yang berputar terus-menerus.


C. BAHAN NON LOGAM

Bahan ini semakin banyak digunakan di industri manufaktur modern karena ringan, murah, dan bisa dibentuk masal.

1. Polimer / Plastik Teknik (Teflon, Nylon, Polyurethane)

  • Tahan terhadap bahan kimia dan tidak butuh pelumasan berlebih.

  • Contoh aplikasi: Roller rantai, pelindung kabel, atau gear plastik pada mekanisme ringan (seperti printer atau spedometer).
  • Karet (Rubber): Elastis dan tahan air/minyak (jika menggunakan karet sintetis).

  • Contoh aplikasi: Sil debu (dust seal), bantalan peredam getaran, dan v-belt.

2. Komposit

  • Gabungan dari dua bahan atau lebih untuk mendapatkan kekuatan gabungan.

  • Contoh aplikasi: Fiberglass atau Carbon Fiber (serat karbon) yang digunakan untuk bodi kendaraan ringan yang menuntut aerodinamika dan kecepatan tinggi.

Tips Praktik di Bengkel: Saat akan mengerjakan suatu material di mesin bubut atau frais, pastikan selalu menyesuaikan kecepatan potong (cutting speed) dan material pahatnya. Membubut baja karbon menengah dengan kecepatan yang sama seperti membubut aluminium hanya akan membuat pahat HSS terbakar dan cepat tumpul.


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar