ZMedia Purwodadi

ARAH GERAKAN MEJA DAN PENENTUAN KEDALAMAN POTONG

Table of Contents

 

Mengatur arah gerakan meja dan kedalaman potong (depth of cut) dengan benar adalah kunci untuk mendapatkan ukuran yang presisi, kehalusan permukaan yang maksimal, dan—yang paling penting—menjaga keselamatan operator saat menggunakan mesin gerinda datar (surface grinding).

1. ARAH GERAKAN MEJA

Pada mesin gerinda datar, pergerakan meja memadukan dua sumbu utama secara sinkron agar seluruh permukaan benda kerja tersapu oleh batu gerinda secara merata.

Sumber : tusharaneyrao.wordpress.com

  • Gerakan Memanjang (Longitudinal Feed): Ini adalah gerakan meja bolak-balik ke kanan dan ke kiri melewati bagian bawah batu gerinda. Gerakan ini biasanya diatur secara hidrolik agar lajunya mulus dan konstan. Kecepatan meja yang terlalu lambat bisa menyebabkan panas berlebih (burning), sedangkan terlalu cepat bisa membuat batu gerinda cepat aus dan hasil potongan kasar.
  • Gerakan Melintang (Cross Feed / Transversal): Ini adalah gerakan meja bergeser sedikit ke depan atau ke belakang. Pergeseran ini terjadi hanya pada saat batu gerinda telah melewati ujung benda kerja (di akhir setiap gerakan memanjang). Besarnya cross feed biasanya diatur sekitar seperempat hingga separuh dari lebar batu gerinda agar ada overlapping (tumpang tindih) sayatan yang menghasilkan permukaan rata.

2. PENENTUAN KEDALAMAN POTONG

Mesin gerinda dirancang sebagai proses finishing (penyelesaian akhir), bukan roughing (pembuangan material dalam jumlah besar seperti pada mesin bubut/frais). Oleh karena itu, depth of cut (diatur melalui gerakan turunnya spindel/batu gerinda atau downfeed) sangatlah kecil, biasanya dalam hitungan seperseratus atau seperseribu milimeter (mikron).

  • Untuk Pengasaran (Roughing Grinding): Berkisar antara 0.01 mm hingga 0.03 mm per kali sayatan (per pass).
  • Untuk Penghalusan (Finishing Grinding): Sangat tipis, biasanya antara 0.002 mm hingga 0.005 mm per sayatan, agar mendapatkan ukuran yang presisi mutlak dan permukaan yang mengilap (seperti cermin).

3. FAKTOR PENENTU KEDALAMAN POTONG

Jangan terpaku hanya pada angka di atas. Anda harus mengurangi depth of cut menjadi lebih tipis jika menghadapi kondisi berikut:

  • Material Sangat Keras: Jika Anda menggerinda baja perkakas yang sudah di-hardening, kedalaman potong harus dikurangi untuk mencegah batu gerinda cepat tumpul dan benda kerja terbakar.
  • Luas Area Kontak: Jika permukaan benda kerja yang digerinda sangat lebar, gaya gesek total akan sangat besar. Gunakan pemakanan yang lebih tipis.
  • Kekuatan Magnetic Chuck: Benda kerja yang tipis atau kecil memiliki area tempel magnet yang sempit sehingga daya rekatnya lemah. Jika depth of cut terlalu dalam, gaya dorong dari batu gerinda akan membuat benda kerja terlempar dari meja magnet.
  • Ketersediaan Coolant: Jika melakukan penggerindaan kering (dry grinding) tanpa cairan pendingin, kedalaman potong harus dibuat sangat tipis untuk menghindari penumpukan panas ekstrem.

Peringatan Keselamatan: Memaksa depth of cut terlalu dalam (misalnya langsung memakan 0.1 mm) sangat berbahaya. Ini bisa menyebabkan benda kerja terlempar dengan kecepatan peluru, atau yang paling fatal, batu gerinda pecah berkeping-keping saat berputar pada RPM tinggi.

Posting Komentar