Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GROOVE TOOL PADA MASTERCAM X4 LATHE

 

Dalam Mastercam X4 Lathe, fitur Groove Toolpath (Operasi Pengaluran) digunakan untuk membuat alur (groove) pada benda kerja bubut, baik di bagian luar (External / OD Groove), bagian dalam (Internal / ID Groove), muka benda kerja (Face Groove), maupun alur sudut (Angular Groove).

Selain untuk alur alur penahan (retaining ring/circlip), O-ring, atau pemutus geram (undercut), Groove Tool juga sering digunakan untuk proses pemotongan akhir benda kerja (part-off / cut-off).

1. Jenis-Jenis Alur (Groove Types) pada Mastercam X4 Lathe

Saat pertama kali memilih Lathe Toolpath > Groove, Mastercam X4 menyediakan beberapa metode seleksi kontur alur:

  • 1 Point: Membuat alur berdasarkan 1 titik pusat alur (sangat cocok untuk alur standar berukuran pas dengan lebar pahat).

  • 2 Points: Menentukan batas lebar dan kedalaman alur berdasarkan 2 titik sudut alur.

  • Chain: Mengikuti garis kontur alur yang dibuat di gambar (cocok untuk alur berprofil khusus, bertingkat, atau memiliki radius/chamfer di sudutnya).

  • Multiple Grooves: Membuat beberapa alur berulang sekaligus dengan pola jarak tertentu.

2. Jenis Pahat Alur (Groove Tool Geometry)

Pada tab Tool Parameters, Anda perlu memilih geometri pahat alur yang sesuai:

  • OD Groove Tool: Pahat alur luar (pemakanan radial dari luar ke arah pusat).

  • ID Groove Tool: Pahat alur dalam (pemakanan radial dari dalam lubang ke arah luar).

  • Face Groove Tool: Pahat alur muka (pemakanan aksial searah sumbu Z).

  • Bentuk Sisipan (Insert Shape):

    • Square / Rectangular: Ujung rata tegak lurus (paling umum).

    • Full Radius / Button: Ujung cembung penuh/setengah lingkaran.

    • Corner Radius: Ujung rata dengan radius kecil di kedua sudutnya untuk memperkuat pahat.

3. Parameter Utama dalam Groove Shape & Rough/Finish Parameters

Mastercam X4 membagi parameter alur menjadi beberapa bagian utama:

A. Groove Shape Parameters

  • Width & Depth: Menentukan dimensi lebar dan kedalaman alur jika tidak menggunakan chain.

  • Corner Chamfer / Radius: Menambahkan break corner (chamfer atau radius) secara otomatis pada sudut luar alur tanpa perlu membuang waktu menggambar geometri tersebut secara manual.

B. Rough Parameters (Proses Kasar)

  • Cut Direction: Menentukan arah pemakanan (Bi-directional, Single direction, atau Inside to Outside).

  • Stepover: Persentase atau jarak pergeseran pahat setiap kali menyayat alur secara bertahap.

  • Peck Grooving: Pemakanan bertahap (seperti peck drill) untuk memutus tatal (chip breaker) agar geram tidak menggulung pada pahat, terutama saat membuat alur yang dalam.

  • Stock Allowance: Menyisakan ketebalan material (misal 0.2 mm) pada dinding dan dasar alur untuk diselesaikan pada proses finishing.

C. Finish Parameters (Proses Halus)

  • Finish Direction: Arah penyelesaian dinding alur (biasanya pahat menyayat dari dinding kiri ke bawah, lalu dari dinding kanan ke bawah, dan bertemu di tengah dasar alur untuk menghasilkan permukaan yang halus).

  • Overlap: Jarak tumpang-tindih penyayatan di dasar alur agar tidak menyisakan tatal/tonjolan kecil di tengah dasar alur.

4. Tips Pemrograman Groove di Mastercam X4 Lathe

  1. Perhatikan Orientasi Pahat (Tool Orientation): Pastikan sudut pasang pahat (Tool Angle) dan titik referensi pemakanan (Tool Corner Radius Compensated Point) sudah sesuai agar dimensi alur di mesin tepat sesuai drawing.

  2. Gunakan Peck Grooving untuk Material Ulet: Saat mengalur material seperti baja lunak atau stainless steel, aktifkan fitur Peck Depth agar pahat mundur sejenak untuk memutus geram dan mencegah pahat patah akibat penumpukan tatal.

  3. Beri Kecepatan Pemakanan (Feedrate) yang Tepat: Pemakanan alur memiliki area kontak pahat yang luas. Gunakan Feedrate (mm/rev) yang lebih rendah dibandingkan operasi Turning/Roughing biasa untuk menghindari getaran (chatter) dan memperpanjang umur pahat.



Posting Komentar untuk "GROOVE TOOL PADA MASTERCAM X4 LATHE"