ZMedia Purwodadi

TAHAPAN PENGERJAAN PADA PEMBUBUTAN EKSENTRIK

Table of Contents

 

Proses pembubutan eksentrik memerlukan ketelitian yang tinggi karena kita akan membuat dua atau lebih sumbu putar yang berbeda pada satu benda kerja. Jika tahapan penyetelan offset sudah dipahami, maka proses pengerjaannya di mesin bubut dilakukan dengan urutan yang sistematis agar benda kerja tidak baling atau menyimpang dari toleransi.

Berikut adalah tahapan lengkap pengerjaan pembubutan eksentrik di bengkel pemesinan:

A. TAHAP PERSIAPAN & PEMOTONGAN BAHAN

Sebelum masuk ke proses eksentrik, benda kerja harus disiapkan menjadi bentuk silinder yang sempurna terlebih dahulu.

1. Pemotongan Bahan (Cutting)
  • Potong material dengan panjang yang dilebihkan sekitar 5–10 mm untuk facing (pembubutan muka) dan tempat cekam.
2. Pembubutan Sumbu Utama (Turning Main Journal)
  • Cekam benda kerja pada cekam rahang tiga, kemudian bubut rata seluruh permukaannya hingga mencapai diameter luar terbesar yang diminta gambar kerja.
3. Pembubutan Muka (Facing & Centering)
  • Bubut kedua ujung benda kerja hingga rata dan siku, lalu buat lubang senter (center drill) pada sumbu utama ini.


B. TAHAPAN PENANDAAN (LAYOUT & MARKING)

Tahap ini krusial jika Anda menggunakan metode pembubutan di antara dua senter (between centers) atau cekam rahang empat.

  • Lapisi ujung benda kerja dengan cairan pewarna (layout dye) atau kapur tulis agar goresan terlihat jelas.
  • Gunakan meja rata, balok V (V-block), dan jangka sorong/height gauge untuk menitik pusat sumbu utama.
  • Geser posisi height gauge sejauh nilai offset (e) yang diinginkan, lalu gores garis baru. Pertemuan garis ini akan menjadi titik pusat eksentrik.
  • Gunakan penitik (center punch) untuk mempertegas titik pusat eksentrik tersebut.


C. TAHAP PENYETELAN (SETTING OFFSET)

Pasang benda kerja pada mesin bubut menggunakan salah satu metode penyetelan yang dipilih.

1. Jika Menggunakan Cekam Rahang 4
  • Setel titik pusat eksentrik yang telah dititik tadi dengan bantuan senter kepala lepas (tailstock center) atau dial test indicator hingga posisinya benar-benar sepusat dengan sumbu putar mesin.
2. Jika Menggunakan Antara Dua Senter
  • Buat lubang senter baru di mesin bor pada titik eksentrik yang sudah dititik. Pindahkan benda kerja ke mesin bubut dengan menjepitnya di antara senter kepala tetap (live center) dan senter kepala lepas (dead/revolving center) menggunakan lathe dog (pembawa).


D. TAHAP PEMBUBUTAN EKSENTRIK (ROUGHING & FINISHING)

Setelah penyetelan offset dipastikan akurat, proses penyayatan bisa dimulai.

1.Atur Kecepatan Putar (RPM) Rendah
  • Prinsip Keselamatan, Karena benda kerja berputar secara tidak seimbang (oleng), atur RPM mesin ke posisi rendah hingga sedang. Jika RPM terlalu tinggi, gaya sentrifugal akan membuat mesin bergetar hebat.
2.Pembubutan Kasar (Roughing Cut)
  • Mengatasi Intermittent Cutting, pada beberapa putaran pertama, pahat hanya akan memakan material pada satu sisi (pemakanan terputus-putus atau intermittent cutting). Gunakan kedalaman pemakanan (depth of cut) yang tipis dan feed rate yang lambat sampai pahat memakan seluruh lingkaran eksentrik secara kontinu.
3.Pengukuran Berkala
  • Cek Dimensi & Eksentrisitas, hentikan mesin secara berkala untuk mengukur diameter poros eksentrik menggunakan jangka sorong atau mikrometer, serta pastikan nilai offset-nya tidak bergeser.
4.Pembubutan Halus (Finishing Cut)
  • Mencapai Toleransi, setelah mendekati ukuran final (sisakan sekitar 0,3–0,5 mm), naikkan RPM sedikit (jika getaran masih aman) dan gunakan pahat finishing dengan hantaran yang sangat halus untuk mendapatkan tingkat kepresisian dan kekasaran permukaan (surface roughness) yang sesuai standar.


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar