ZMedia Purwodadi

SETTING TOOL DAN WORKPIECE PADA CNC LATHE

Table of Contents

Sumber : https://thecncmachines.com/

Proses setting tool (pahat) dan workpiece (benda kerja) pada Mesin Bubut CNC (CNC Lathe) adalah langkah paling krusial sebelum eksekusi program. Mesin CNC itu "buta"; ia hanya mengenali koordinat internalnya sendiri (Machine Coordinate System). Proses setting inilah yang berfungsi memberitahu mesin di mana letak persis material mentahnya dan seberapa panjang/lebar pahat yang digunakan.

Jika setting ini salah, akibatnya bisa fatal mulai dari dimensi produk yang melenceng hingga pahat menabrak chuck (pencekam) yang bisa merusak mesin. Berikut adalah penjelasan tahapan esensial dari kedua proses tersebut:

A. SETTING WORKPIECE (BENDA KERJA)

Tujuan utama dari setting benda kerja adalah menentukan Titik Nol Benda Kerja (Workpiece Zero Point atau Work Coordinate System / WCS, biasanya G54 hingga G59).

  • Pemasangan (Clamping): Benda kerja dipasang pada chuck rahang tiga (atau rahang empat). Pastikan material terjepit dengan kuat dan putarannya senter (tidak oleng/geol).
  • Menentukan Sumbu Z (Z-Zero): Titik nol untuk sumbu Z (gerakan memanjang/maju-mundur) hampir selalu diletakkan pada permukaan paling depan dari benda kerja. Ini memudahkan programmer; jika Z bergerak ke arah minus (misal Z-10), artinya pahat sedang memakan material sedalam 10 mm.
  • Menentukan Sumbu X (X-Zero): Titik nol untuk sumbu X (gerakan melintang/diameter) selalu berada tepat di titik tengah (garis sumbu) putaran benda kerja.

Sumber : Fundamentals of CNC Machining

B. SETTING TOOL (PAHAT/ALAT POTONG)

Sebuah Mesin Bubut CNC biasanya memiliki turret yang berisi banyak pahat (pahat rata, pahat alur, pahat ulir, mata bor). Masing-masing pahat ini memiliki panjang dan geometri yang berbeda-beda. Mesin harus tahu dimensi spesifik setiap pahat, yang disimpan dalam memori Tool Offset.

Sumber : Fundamentals of CNC Machining

1. Setting Sumbu Z (Panjang Pahat)

  • Putar poros utama (Spindle) secara manual.
  • Dekatkan ujung pahat perlahan hingga menyentuh halus permukaan depan (face) benda kerja.
  • Tanpa memindahkan posisi Z, input nilai tersebut ke dalam tabel memori Tool Offset pada sumbu Z (biasanya diset Z = 0).

2. Setting Sumbu X (Diameter)

  • Dekatkan pahat lalu lakukan penyayatan tipis memanjang pada diameter luar benda kerja (jangan ubah posisi sumbu X setelah menyayat).
  • Jauhkan pahat hanya pada sumbu Z (mundur), lalu matikan putaran spindle.
  • Ukur diameter benda kerja yang baru saja disayat menggunakan jangka sorong (sigmat) atau mikrometer secara presisi (misalnya terukur 25.40 mm).
  • Masukkan nilai ukuran tersebut ke dalam tabel Tool Offset pada sumbu X (Ketik X = 25.40 -> Measure / Input). Mesin kini tahu bahwa posisi ujung pahat saat ini sedang berada di radius yang membentuk diameter 25.40 mm.

Langkah Touching Off ini diulangi untuk semua nomor pahat (Tool 1, Tool 2, dst) yang akan dipanggil di dalam program G-Code.

Posting Komentar