ZMedia Purwodadi

PENYANGGA TETAP & PENYANGGA JALAN

Table of Contents

Sumber : indonesian.alibaba.com

Dalam proses pemesinan menggunakan mesin bubut konvensional, benda kerja yang panjang dan berdiameter kecil sangat rentan mengalami lenturan (defleksi) atau getaran saat terkena gaya potong dari pahat. Untuk mengatasi masalah ini dan memastikan hasil bubutan tetap presisi dan lurus, operator menggunakan alat bantu penahan yang disebut Penyangga Tetap dan Penyangga Jalan.

A. PENYANGGA TETAP (STEADY REST)

Penyangga tetap adalah alat penopang yang posisinya dikunci mati pada alas mesin (bed / meja mesin bubut). Alat ini tidak ikut bergerak saat proses pemotongan berlangsung.

1. Fungsi Utama
  • Menopang benda kerja yang panjang dan berat di satu titik tertentu (biasanya di tengah atau di ujung) agar tidak melentur ke bawah akibat beratnya sendiri, atau melengkung saat terkena gaya potong.
2. Konstruksi
  • Umumnya memiliki 3 buah rahang (sepatu penahan) yang dapat diatur jaraknya. Ketiga rahang ini akan menjepit benda kerja dari tiga sisi yang berbeda secara melingkar (atas, bawah, dan samping). Ujung rahang biasanya terbuat dari kuningan, perunggu, atau dilengkapi dengan bantalan peluru (roller bearing) untuk mengurangi gesekan.

3. Penggunaan

  • Saat membubut bagian ujung dari poros yang sangat panjang (karena bagian ujungnya tidak bisa ditahan oleh center kepala lepas).
  • Saat melakukan operasi pengeboran (drilling), perluasan lubang (boring), atau pembuatan ulir dalam pada ujung poros yang panjang.
  • Menopang bagian tengah poros yang sangat panjang agar tidak bergetar saat dibubut.

B. PENYANGGA JALAN (FOLLOW REST)

Penyangga jalan adalah alat penopang yang dipasang pada eretan memanjang (carriage / saddle). Karena menempel pada eretan, penyangga ini akan ikut bergerak jalan sepanjang meja mesin, mengikuti pergerakan pahat bubut.

1. Fungsi Utama
  • Menahan gaya dorong yang dihasilkan oleh pahat secara langsung pada titik pemotongan. Ini mencegah benda kerja yang panjang dan tipis melengkung menjauhi pahat saat disayat.
2. Konstruksi
  • Biasanya hanya memiliki 2 buah rahang penahan (menahan dari sisi atas dan sisi belakang benda kerja). Pahat bubut itu sendiri bertindak sebagai titik penahan ketiga dari sisi depan, sehingga gaya potong langsung dinetralkan oleh rahang penyangga di sisi sebaliknya.

3. Penggunaan

  • Sangat ideal untuk membubut poros yang panjang dan ramping (slender shaft) secara memanjang (dari ujung ke ujung).
  • Digunakan ketika seluruh panjang benda kerja harus disayat tanpa boleh ada defleksi sedikitpun.
Tabel Perbandingan

FiturPenyangga Tetap (Steady Rest)Penyangga Jalan (Follow Rest)
Lokasi PemasanganDikunci pada alas/meja mesin bubut (bed)Dipasang pada eretan memanjang (carriage)
PergerakanDiam / Tidak bergerakBergerak mengikuti arah jalan pahat
Jumlah Rahang3 rahang (atas, bawah, samping)2 rahang (atas, belakang)
Titik PenopangMenopang di satu titik diam pada benda kerjaMenopang tepat di belakang/dekat area sayatan pahat
Penggunaan IdealPengeboran ujung poros panjang, menahan titik tengah poros beratMembubut poros ramping memanjang dari ujung ke ujung

Posting Komentar