ZMedia Purwodadi

PEMERIKSAAN HASIL PEMBUBUTAN EKSENTRIK

Table of Contents

Setelah proses pembubutan selesai, tahap pemeriksaan (inspection) sangat penting untuk memastikan bahwa benda kerja memenuhi spesifikasi gambar teknik. Karena bubut eksentrik melibatkan dua atau lebih sumbu yang sejajar tetapi tidak sepusat, parameter utama yang diperiksa bukan hanya diameter, melainkan nilai eksentrisitas (jarak pergeseran sumbu) dan kesejajaran antar sumbu.

Berikut adalah metode, alat, dan tahapan dalam melakukan pemeriksaan hasil pembubutan eksentrik di bengkel pemesinan:

A. ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN

Untuk mendapatkan hasil ukur yang akurat (tingkat ketelitian hingga mikron), Anda memerlukan alat-alat berikut:

1. Meja Rata (Surface Plate)
  • Sebagai landasan referensi pengukuran yang memiliki kerataan sangat tinggi.
2. Balok V (V-Block)
  • Untuk menempatkan dan menahan bagian poros utama (main journal) agar bisa diputar secara stabil.
3. Dial Test Indicator (DTI)
  • Alat utama untuk mengukur penyimpangan, kelonjongan, dan nilai pergeseran sumbu dengan ketelitian 0,01 mm atau 0,001 mm.
4. Mikrometer Luar (Outside Micrometer)
  • Untuk mengukur diameter poros secara presisi.
5. Height Gauge (Jangka Sorong Ketinggian)
  • Untuk memeriksa ketinggian sumbu secara manual jika diperlukan.


B. METODE PENGUKURAN NILAI EKSENTRISITAS (OFFSET)

Ada dua metode utama yang paling sering digunakan untuk memeriksa apakah nilai pergeseran sumbu (e) sudah sesuai:

Metode A : Menggunakan V Block dan Dial Indicator 

Metode ini memanfaatkan prinsip pembacaan Total Indicator Reading (TIR) atau selisih penyimpangan maksimum dan minimum saat benda kerja diputar 360 derajat.

1. Penempatan Benda Kerja
  • Persiapan di Meja Rata. Letakkan sepasang V-Block di atas meja rata. Tempatkan bagian poros utama (main journal) benda kerja pada V-block tersebut. Pastikan poros utama dapat diputar dengan lancar tanpa oblak.
2. Setting Dial Indicator
  • Mencari Titik Referensi. Sentuhkan sensor dial indicator pada titik tertinggi dari permukaan poros eksentrik yang baru dibubut. Atur jarum penunjuk dial agar berada di posisi angka nol (0).
3. Pemutaran Benda Kerja
  • Mencari Nilai Maksimum & Minimum. Putar poros utama secara perlahan sebesar 360 derajat (satu putaran penuh). Perhatikan pergerakan jarum dial. Catat titik tertinggi (penyimpangan positif maksimum) dan titik terendah (penyimpangan negatif maksimum).
4.Kalkulasi Nilai Eksentrisitas
  • Penerapan Rumus. Selisih total antara pembacaan tertinggi dan terendah disebut sebagai nilai TIR (Total Indicator Reading). Nilai eksentrisitas nyata (e) adalah setengah dari nilai TIR tersebut.
TIR = Pembacaan Maksimum - Pembacaan Minimum


Metode B : Menggunakan Micrometer Luar 

Jika tidak ada meja rata dan dial indicator, Anda bisa menggunakan mikrometer luar dengan mengukur dimensi luar total dari poros yang sudah jadi.

  • Ukur diameter poros utama (D) dan diameter poros eksentrik (d).
  • Ukur jarak terluar antara dinding poros utama ke dinding poros eksentrik terjauh (M).
  • Hitung nilai eksentrisitas (e) dengan rumus:


C. PARAMETER PEMERIKSAAN LAINNYA

Selain nilai eksentrisitas, beberapa parameter berikut wajib diperiksa sebelum benda kerja dinyatakan lolos kendali mutu (Quality Control):

1. Toleransi Geometris (Kesejajaran/Parallelism)
  • Pastikan sumbu eksentrik benar-benar sejajar (paralel) dengan sumbu utama. Jika tidak sejajar (tirus atau baling), benda kerja akan macet atau bergetar saat dirakit (misalnya pada poros engkol). Ini diperiksa dengan menggeser dial indicator sepanjang garis sejajar poros eksentrik.
2. Kekasaran Permukaan (Surface Roughness)
  • Bagian eksentrik biasanya berfungsi sebagai jurnal yang bergesekan (seperti tempat connecting rod). Gunakan surface roughness tester untuk memastikan kehalusan permukaannya memenuhi standar pengebubutan halus (finishing).
3. Kebulatan (Roundness)
  • Periksa apakah poros eksentrik benar-benar bulat silindris atau justru berbentuk oval akibat getaran (chatter) saat pembubutan terputus-putus (intermittent cutting). Ukur diameter di beberapa sudut berbeda (0 derajat, 45 derajat, 90 derajat) menggunakan mikrometer.

💡 Tips Evaluasi

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai eksentrisitas terlalu kecil, benda kerja masih bisa disetel ulang pada cekam rahang 4 untuk dibubut kembali (dikoreksi). Namun, jika nilai eksentrisitas sudah terlanjur melebihi toleransi gambar kerja (terlalu besar), maka dimensi benda kerja sudah tidak bisa diselamatkan (reject).


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar