ZMedia Purwodadi

LEBAR PEMOTONGAN PADA MESIN FRAIS

Table of Contents

Lebar pemotongan (width of cut) pada mesin frais adalah ukuran seberapa besar penampang pisau frais yang bersentuhan dengan benda kerja pada arah menyamping (tegak lurus dengan arah gerakan pemakanan/feeding).

Jika kedalaman potong (axial depth of cut) mengukur seberapa dalam pisau menembus ke bawah, maka lebar pemotongan mengukur seberapa lebar material yang disayat ke samping.

Memahami Lebar Pemotongan Berdasarkan Jenis Frais

Istilah ini sangat bergantung pada jenis proses frais yang sedang dilakukan:

  1. Pada End Milling (Frais Tegak):

    Lebar pemotongan sering disebut sebagai Radial Depth of Cut ($a_e$) atau Step-over. Jika Anda meratakan permukaan luas dengan pisau end mill kecil, pisau harus bergerak bolak-balik. Jarak pergeseran pisau ke samping pada setiap jalurnya itulah yang disebut step-over atau lebar potongnya.

  2. Pada Face / Slab Milling (Frais Datar/Muka):

    Lebar pemotongan adalah ukuran aktual dari material yang terkikis sejajar dengan sumbu putar pisau. Biasanya, nilainya bisa sama dengan diameter pisau frais (jika memotong penuh) atau lebih kecil dari diameter pisau (jika memotong sebagian tepi).

Mengapa Lebar Pemotongan Ini Penting?

Lebar pemotongan sama pentingnya dengan kedalaman potong dan kecepatan pemakanan (feed rate) karena ketiganya menentukan efisiensi dan keamanan proses pemesinan:

  • Distribusi Panas dan Umur Pahat (Tool Life): Jika lebar pemotongan terlalu besar (misalnya pisau tertanam penuh 100% dari diameternya), sirkulasi cairan pendingin (coolant) dan pembuangan beram (tatal/geram) menjadi sulit. Ini menyebabkan penumpukan panas yang bisa membuat pisau cepat tumpul atau patah.

  • Strategi Pemesinan (High-Efficiency Milling): Dalam mesin CNC modern, masinis sering menggunakan teknik High-Speed Machining (HSM). Caranya: kedalaman potong dibuat sangat dalam (axial besar), tetapi lebar pemotongan dibuat sangat tipis (radial kecil, misal hanya 10% dari diameter pisau). Ini memungkinkan pisau bergerak sangat cepat tanpa overheat.

  • Beban Radial pada Spindel: Lebar pemotongan yang besar menghasilkan gaya dorong ke samping yang kuat pada spindel mesin. Mesin yang kurang kaku bisa mengalami getaran (chatter) yang merusak permukaan benda kerja.



Posting Komentar