BORING HEAD PADA MESIN FRAIS
Table of Contents
Boring head adalah alat perlengkapan khusus (attachment) yang dipasang pada spindel mesin frais (milling machine) untuk memperbesar lubang yang sudah ada dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Berbeda dengan mata bor (drill bit) yang digunakan untuk membuat lubang dari awal, boring head digunakan untuk proses finishing—yaitu merapikan, meluruskan, dan mencapai diameter serta tingkat kebulatan lubang yang sangat spesifik dan akurat.
1. KOMPONEN UTAMA BORING HEAD
- Arbor (Shank): Bagian atas yang berfungsi sebagai konektor. Bagian ini dimasukkan dan dikunci ke dalam spindel mesin frais. Bentuknya menyesuaikan tipe mesin (misalnya tipe taper R8, MT, atau BT).
- Bodi dan Mekanisme Geser (Body & Slide): Bodi utama memegang mekanisme eretan bawah yang bisa digeser ke kiri atau ke kanan secara horizontal, menjauhi titik tengah (sumbu putar) spindel.
- Skala Mikrometer (Micrometer Dial): Sekrup pengatur yang digunakan untuk menggeser posisi pisau. Ini adalah kunci presisi boring head, di mana operator dapat mengatur pergeseran pisau potong dalam hitungan yang sangat kecil (biasanya dengan ketelitian hingga 0.01 mm atau 0.001 inci).
- Pisau Boring (Boring Bar): Mata potong aktual (biasanya terbuat dari carbide atau High-Speed Steel) yang disisipkan dan dikunci pada lubang di bagian bawah eretan.
2. PRINSIP KERJA
Boring head bekerja berdasarkan prinsip putaran eksentrik.
- Boring head diputar oleh spindel mesin frais.
- Operator memutar sekrup mikrometer untuk menggeser boring bar menjauhi titik tengah sumbu putar.
- Semakin jauh pisau digeser dari titik tengah, semakin besar radius putarannya, dan otomatis semakin besar pula diameter lubang yang akan dipotong/dikikis.
- Mesin frais kemudian diturunkan secara perlahan (pemakanan vertikal/sumbu Z) ke dalam lubang benda kerja, sehingga pisau mengikis dinding lubang sedikit demi sedikit.
Sumber : tiktok.com/@precisionmatthews
3. KEGUNAAN
Boring head umumnya digunakan dalam pengerjaan logam untuk kondisi berikut:
- Mencapai Ukuran Non-Standar: Jika Anda membutuhkan lubang berdiameter 32.45 mm, Anda tidak akan menemukan mata bor dengan ukuran tersebut. Anda harus mengebornya di ukuran 31 mm atau 32 mm terlebih dahulu, lalu membesarkannya dengan presisi menggunakan boring head.
- Membuat Dudukan Bearing (Bearing Seat): Bearing membutuhkan toleransi ukuran lubang yang sangat ketat (biasanya sistem sesak/ press fit) agar tidak goyang. Mata bor biasa tidak mampu menghasilkan dinding lubang sehalus dan seakurat boring head.
- Memperbaiki Lubang yang Miring/Tidak Bulat: Mata bor cenderung "berjalan" mengikuti serat material atau bentuk awal permukaan, sehingga lubang kadang tidak benar-benar lurus (silindris). Karena boring head menggunakan pisau kaku yang berputar pada poros mesin, ia akan memaksa lubang menjadi bulat sempurna dan lurus.
Sumber : tiktok.com/@jwgmech
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar