TITIK NOL BENDA KERJA (WORK OFFSET) PADA CNC LATHE
Dalam proses pemesinan CNC Lathe (Bubut CNC), menentukan posisi koordinat yang akurat adalah kunci utama agar produk yang dihasilkan sesuai dengan gambar kerja. Salah satu konsep paling krusial yang harus dipahami adalah Titik Nol Benda Kerja (Work Offset).
TITIK NON BENDA KERJA (WORK OFFSET)
Titik Nol Benda Kerja adalah titik acuan posisi koordinat (X=0, Z=0) yang ditentukan oleh programer atau operator mesin di atas benda kerja. Semua gerakan pahat yang ditulis di dalam program G-code akan dihitung berdasarkan titik acuan ini. Tanpa adanya Work Offset, komputer mesin CNC tidak akan tahu di mana posisi benda kerja berada di dalam ruang kerja mesin.
POSISI STANDAR TITIK NOL PADA CNC LATHE
Pada mesin bubut CNC, pergerakan pahat umumnya mengacu pada dua sumbu utama: Sumbu X: Mengatur diameter benda kerja, Sumbu Z: Mengatur panjang benda kerja.
Secara standar industri, posisi koordinat (0,0) diletakkan pada:
1. Sumbu X = 0 (Pusat Simetri)
Titik nol sumbu X selalu berada di tengah-tengah (garis senter/pusat rotasi) benda kerja.
- Jika pahat bergerak menjauhi senter, nilai X positif (diameter membesar).
- Jika pahat bergerak mendekati atau melewati senter, nilai X menuju nol atau negatif.
2. Sumbu Z = 0 (Permukaan Benda Kerja)
Ada dua mazhab atau kebiasaan dalam menentukan titik nol sumbu Z, namun yang paling umum digunakan adalah:
- Di Permukaan Paling Depan Benda Kerja (Paling Sering Digunakan): Posisi Z=0 ada di muka benda kerja yang siap disayat. Jika pahat bergerak memotong masuk ke dalam benda kerja, nilainya menjadi Z negatif (Z-). Ini lebih aman karena jika operator melihat angka Z minus di layar, artinya pahat sedang berada di area pemotongan.
- Di Permukaan Belakang / Rahang Cekam (Chuck Face): Posisi Z=0 berada di bagian belakang benda kerja yang menempel pada chuck. Jika pahat bergerak maju mendekati ujung depan, nilainya menjadi Z positif (Z+).
- Mempermudah Pemrograman: Programer cukup melihat ukuran pada gambar kerja. Jika panjang total benda 50mm dan di program tertulis Z-20, pahat akan bergerak sejauh 20mm dari ujung depan benda kerja.
- Fleksibilitas Produksi: Jika Anda membubut 100 balok material yang dipotong manual (yang panjang kotornya sedikit berbeda-beda), Anda hanya perlu melakukan setting titik nol (Z=0) pada setiap balok baru tanpa harus mengubah isi program G-code.
- Keamanan Pemesinan: Menghindari tabrakan (crash) antara pahat dengan pencekam (chuck) karena mesin tahu persis batas jarak aman operasi.
MENENTUKAN (SETTING) WORK OFFSET DI MESIN
Secara praktis di bengkel, operator melakukan langkah berikut untuk mencari nilai G54:
- Sumbu X: Pahat didekatkan ke diameter luar material, lalu disayat sedikit secara manual (jogging). Tanpa menggeser sumbu X, pahat dimundurkan di sumbu Z. Diameter hasil sayatan diukur dengan jangka sorong (misal ketemu 50 mm). Nilai 50 tersebut diinput ke data offset mesin (misal pada baris G54 kolom X ditulis X50.0, lalu tekan tombol Measure). Mesin otomatis membagi dua untuk mencari titik tengahnya.
- Sumbu Z: Pahat didekatkan ke permukaan paling depan material, lalu disayat tipis (facing) secara manual hingga rata. Tanpa menggeser sumbu Z, operator masuk ke menu koordinat G54, lalu mengetik Z 0. dan menekan tombol Measure/Input.
Setelah kedua sumbu ini di-set, mesin akan menyimpan jarak perpindahan dari Machine Zero ke Work Zero tersebut di dalam memori G54. Saat program mendeteksi kode G54 di awal baris, mesin langsung beralih menggunakan referensi benda kerja tersebut.
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar