SISTEM POROS DAN LUBANG PADA TOLERANSI GAMBAR MESIN
Sistem poros dan lubang dalam toleransi gambar teknik (sering disebut Sistem Suaian ISO atau ISO Limits and Fits) adalah metode standar internasional untuk menentukan kelonggaran atau kekencangan ketika dua komponen silindris dirakit. Dalam gambar teknik mesin, sistem ini digambarkan menggunakan kombinasi huruf dan angka di samping ukuran nominal benda.
CARA MEMBACA SIMBOL TOLERANSI PADA GAMBAR
Ketika Anda melihat dimensi pada gambar teknik seperti atau
berikut adalah cara menerjemahkannya:
- Ukuran dasar komponen dalam milimeter (mm).
2. Huruf (H atau g)
- Menunjukkan Posisi Daerah Toleransi terhadap garis nol.
- Huruf KAPITAL (A s.d. Z) digunakan khusus untuk Lubang (Hole).
- Huruf kecil (a s.d. z) digunakan khusus untuk Poros (Shaft).
3. Angka (7 atau 6)
- Menunjukkan Kualitas Toleransi / Tingkat Ketelitian (disebut juga IT Grade).
- Semakin kecil angkanya (misal IT6), semakin sempit daerah toleransinya, yang berarti proses pembuatannya harus semakin presisi dan mahal.
DUA BASIC SISTEM TOLERANSI
Untuk menstandardisasi proses manufaktur agar biaya produksi tidak membengkak, industri membaginya menjadi dua sistem basis:
1. Sistem Basis Lubang (Hole-Basis System)
- Prinsip: Ukuran lubang dibuat tetap menggunakan patokan huruf "H" (di mana batas penyimpangan bawahnya selalu 0). Ukuran poroslah yang diubah-ubah (menggunakan huruf a sampai z) untuk mendapatkan kerenggangan yang diinginkan.
- Aplikasi: Ini adalah sistem yang paling sering digunakan di industri karena membuat lubang yang presisi memerlukan alat potong mahal (reamer/drill), sehingga lebih mudah mempertahankan satu ukuran lubang dan menyesuaikan ukuran porosnya lewat mesin bubut/gerinda.
2. Sistem Basis Poros (Shaft-Basis System)
- Prinsip: Ukuran poros dibuat tetap menggunakan patokan huruf "h" (di mana batas penyimpangan atasnya selalu 0). Ukuran lubanglah yang divariasikan untuk mencapai suaian yang diinginkan.
- Aplikasi: Digunakan jika komponen porosnya adalah komponen standar pabrikan yang tidak boleh diubah ukurannya, contohnya diameter luar ball bearing atau poros transmisi panjang.
TIGA JENIS SUAIAN (FITS)
Pertemuan antara toleransi huruf kapital (lubang) dan huruf kecil (poros) akan menghasilkan tiga kondisi perakitan:
| Jenis Suaian | Kondisi Rakitan | Contoh Simbol (Basis Lubang) | Aplikasi di Lapangan |
| Suaian Longgar (Clearance Fit) | Poros selalu lebih kecil dari lubang. Komponen bisa berputar atau bergeser dengan bebas. | Poros engkol, bantalan luncur (bushing), engsel. | |
| Suaian Pas / Transisi (Transition Fit) | Daerah toleransi tumpang tindih. Hasil rakitan bisa agak longgar atau sedikit sesak, butuh ketukan palu ringan. | atau | Pasak (keyway) pada roda gigi, komponen penentu posisi (dowel pin). |
| Suaian Sesak / Paksa (Interference Fit) | Poros selalu lebih besar dari lubang. Butuh tekanan tinggi (pers hidrolik) atau pemanasan komponen untuk merakitnya. | atau | Pemasangan piringan bearing ke rumahnya, bushing perunggu yang ditanam mati. |
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar