SIMBOL KEKASARAN PERMUKAAN
Simbol kekasaran permukaan (surface roughness symbol) dalam gambar teknik berfungsi seperti "instruksi kerja" bagi operator mesin. Simbol ini memberi tahu tingkat kehalusan yang harus dicapai, metode manufaktur yang boleh atau tidak boleh digunakan, hingga arah guratan pisau potong.
TIGA BENTUK SIMBOL DASAR
Simbol utama kekasaran berbentuk mirip huruf "V" atau centang dengan sudut 60 derajat. Ada tiga variasi dasar yang memiliki arti sangat berbeda:
- Simbol Dasar (Terbuka): Berbentuk centang biasa tanpa penutup. Artinya, permukaan boleh dikerjakan dengan metode apa saja (mau dibubut, dicor, atau dibiarkan mentah, tidak masalah).
- Simbol dengan Garis Penutup (Segitiga Tertutup): Berbentuk centang yang diberi garis penutup di atasnya sehingga membentuk segitiga. Artinya, wajib ada pembuangan material melalui proses pemesinan (seperti dibubut, difrais, atau digerinda).
- Simbol dengan Lingkaran: Centang yang diberi lingkaran kecil di sudutnya. Artinya, material tidak boleh dibuang/dikupas. Permukaan harus dibiarkan seperti kondisi aslinya (misalnya hasil cetakan cor langsung atau plat lembaran asli).
STRUKTUR POSISI ANGKA DAN INFORMASI (ISO 1302)
Agar tidak membingungkan, aturan penempatan informasi di sekitar simbol centang diatur dengan sangat ketat pada titik-titik tertentu.
Berikut adalah penjelasan arti dari setiap posisi huruf tersebut:
1. Posisi a : Nilai Kekasaran Permukaan (Roughness Value)
Posisi ini digunakan untuk mencantumkan nilai kekasaran permukaan utama, biasanya dinyatakan dalam nilai Ra dengan satuan mikrometer, atau menggunakan nomor kelas kekasaran (N1 hingga N12).
- Tempat untuk menuliskan metode fabrikasi, proses pemesinan, atau pelapisan (treatment) khusus yang wajib digunakan untuk mencapai permukaan tersebut. Contohnya: Milled (difrais), Ground (digerinda), Chorme-plated (dilapisi krom), atau Turned (dibubut).
- c: Posisi untuk mencantumkan panjang sampel pengukuran (sampling length) atau cut-off length (dalam mm).
- f: Jika ada parameter kekasaran lain selain Ra (misalnya nilai Rz atau Rt), nilainya dicantumkan di dalam kurung di posisi ini.
- Tempat untuk mencantumkan simbol arah bekas pengerjaan alat potong pada permukaan benda kerja. Simbol yang digunakan berupa tanda grafis seperti: = (paralel), X (menyilang) dll.
- Posisi untuk menentukan ketebalan material tambahan (dalam milimeter) yang dilebihkan pada proses sebelumnya untuk dibuang pada proses pemesinan akhir ini.


Posting Komentar