SECTION & DETAIL VIEW PADA AUTODESK INVENTOR
Setelah menguasai Base dan Projected View, dua fitur proyeksi lanjut yang wajib dikuasai untuk membuat gambar kerja (2D drawing) yang informatif adalah Section View dan Detail View. Keduanya berfungsi untuk memperjelas area pada objek 3D yang tidak terlihat atau terlalu kecil jika hanya mengandalkan pandangan standar.
SECTION VIEW (PADANGAN POTONGAN/IRISAN)
Section View digunakan untuk memperlihatkan bagian dalam atau struktur internal dari suatu objek 3D dengan cara "memotong" objek tersebut secara virtual pada garis tertentu.
1. Fungsi Utama- Mengeliminasi garis putus-putus (hidden lines) yang membingungkan dan menggantinya dengan tampilan penampang dalam yang jelas. Sangat krusial untuk part yang memiliki rongga, lubang bertingkat, atau komponen rakitan (assembly) seperti mesin pompa atau mesin otomotif.
2. Karakteristik Kunci:
- Arsir Otomatis (Hatching): Area dinding padat yang terkena potongan akan otomatis terisi garis arsir teknik sesuai standar materialnya.
- Garis Potong (Cutting Plane Line): Dilengkapi dengan garis petunjuk potong dan panah arah pandang (misalnya: A - A).
- Cara Membuat: Klik ikon Section, pilih pandangan induk yang mau dipotong, tarik garis lurus/patah sebagai jalur pisau potong, klik kanan lalu pilih Continue, kemudian tarik kursor ke arah samping untuk menaruh hasil potongannya.
DETAIL VIEW (PANDANGAN DETAIL/PEMBESARAN)
Detail View digunakan untuk memperbesar bagian atau area tertentu dari gambar kerja yang skalanya terlalu kecil, rumit, atau padat dengan dimensi.
1. Fungsi Utama- Memberikan ruang bagi desainer untuk memberikan dimensi (dimensioning) pada lekukan kecil, chamfer, fillet, atau ulir mikro tanpa membuat gambar kerja utama terlihat penuh dan berantakan.
2. Karakteristik Kunci:
- Lingkaran Pembatas: Area yang ingin diperbesar akan dilingkari dengan garis putus-putus atau utuh yang diberi label huruf (misalnya: Detail B).
- Skala Independen: Hasil pembesaran akan memiliki skala yang jauh lebih besar dari pandangan induknya (misalnya jika gambar utama skalanya 1:2, maka Detail View bisa diatur menjadi 2:1 atau 4:1).
- Cara Membuat: Klik ikon Detail, pilih pandangan induk, klik titik pusat area kecil yang ingin diperbesar, gerakkan kursor melingkar untuk menentukan batas area, lalu klik di tempat kosong pada kertas untuk meletakkan hasil pembesarannya.
-= TERIMA KASIH =-


Posting Komentar