ZMedia Purwodadi

REFERENCING / HOMING MESIN PADA CNC MILL

Table of Contents

Referencing atau yang sering disebut dengan Homing adalah proses kalibrasi awal di mana mesin CNC Milling menggerakkan seluruh sumbunya (X, Y, dan Z) menuju ke titik koordinat paling dasar (Machine Zero / Home Position)Proses ini wajib dilakukan setiap kali mesin baru dinyalakan sebelum melakukan perintah apa pun.

KEGUNAAN HOMING

Saat mesin CNC dimatikan, komputer (kontroler) mesin akan kehilangan memori tentang posisi pasti di mana spindel dan meja mesin berada.

Tanpa proses homing, mesin ibarat orang yang terbangun di dalam ruang gelap gulita—ia tidak tahu di mana posisinya dan seberapa jauh jarak ke dinding. Jika langsung dijalankan, mesin bisa salah mengira posisi dan menabrak batas maksimal area kerja (overtravel) atau merusak komponen fisik mesin.

Proses homing mengembalikan "kesadaran" ruang mesin dengan menetapkan Machine Coordinate System (MCS) atau Koordinat Asli Mesin.

Sumber : Fundamentals of CNC Machining Hal. 6-5

CARA KERJA PROSES HOMING

Secara teknis, proses homing memanfaatkan sensor fisik atau sistem elektronik pada setiap sumbunya. Berikut adalah langkah kerja umumnya:

1. Perintah Homing Diaktifkan
  • Operator menekan tombol REF, HOME, atau ZERO RETURN pada panel kontrol, lalu memilih sumbu yang ingin digerakkan.
2. Pergerakan Menuju Batas
  • Motor penggerak (Servo/Stepper) akan menggerakkan sumbu secara perlahan menuju ujung batas maksimal ruang kerja mesin.
3. Pemicuan Sensor (Limit/Home Switch)
  • Di ujung setiap sumbu, terdapat saklar fisik (mechanical switch), sensor kedekatan (proximity sensor), atau sensor optik. Saat komponen mesin menyentuh atau melewati sensor ini, sinyal listrik dikirim ke kontroler.
4. Pencarian Grid Encoder (Presisi Tinggi)
  • Untuk memastikan akurasi hingga fraksi milimeter, setelah sensor terpicu, motor biasanya akan mundur sedikit dan mencari sinyal indeks internal dari encoder motor itu sendiri.
5. Titik Nol Terbentuk
  • Begitu titik tersebut terkunci, kontroler mesin akan mereset nilai koordinat layar sumbu tersebut menjadi X0, Y0, Z0 (Machine Zero).

URUTAN HOMING YANG AMAN

Urutan pergerakan saat proses homing sangat penting untuk menghindari tabrakan dengan benda kerja atau ragum (vice) yang masih tertinggal di meja mesin. Urutan yang paling standar dan aman adalah:

1. Sumbu Z (Pertama)
  • Spindel akan bergerak naik ke posisi paling atas hingga maksimal. Ini wajib dilakukan pertama kali agar tool atau pahat menjauh dari benda kerja dan tidak menabrak apa pun saat meja bergerak.
2. Sumbu X dan Y (Kedua)
  • Meja mesin akan bergerak ke posisi ujung kiri/kanan dan depan/belakang (tergantung konfigurasi desain pabrikan mesin) untuk mencari titik nol horizontalnya.

PERBEDAAN MACHINE ZERO (HOMING) VS WORK ZERO (ZERO SETTING)

Penting bagi operator untuk tidak tertukar antara titik nol homing dan titik nol benda kerja (zero setting):

KarakteristikMachine Zero (Homing / Ref)Work Zero (Zero Setting / WCS)
Sifat PosisiPermanen. Ditetapkan oleh pabrik pembuat mesin dan tidak bisa diubah-ubah.Fleksibel. Berubah-ubah tergantung di mana operator meletakkan benda kerja.
Kode G-CodeMenggunakan kode G53.Menggunakan kode G54, G55, G56, dst.
Fungsi UtamaKeamanan mesin, pembatasan area kerja (soft limits), dan acuan penggantian tool (tool change position).Acuan jalur pemotongan (cutting path) yang dibuat di software CAM/program.


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar