ZMedia Purwodadi

PEMERIKSAAN KONDISI MESIN (CHECKLIST HARIAN) PADA CNC LATHE

Table of Contents

Pemeriksaan kondisi mesin secara harian (daily checklist) pada mesin CNC Lathe (bubut CNC) adalah langkah krusial untuk menjaga akurasi, memperpanjang umur mesin, dan mencegah kerusakan fatal (breakdown) di tengah proses produksi. Secara umum, pemeriksaan harian dibagi menjadi tiga tahap: Sebelum Mesin Dinyalakan (Pre-start), Saat Mesin Menyala (Post-start/Warm-up), dan Setelah Selesai Operasi (Shutdown).

A. TAHAP SEBELUM MESIN DINYALAKAN 

Lakukan inspeksi visual dan fisik sebelum Anda menekan tombol Power On untuk memastikan area kerja aman.

  • Kebersihan Area Kerja: Pastikan tidak ada tumpukan berlebih pada chip (beram/tatal besi) di dalam enclosure (ruang mesin), terutama di sekitar slides (jalur gerak) dan way covers.

  • Pemeriksaan Level Cairan (Fluids Level):

    • Oli Pelumas (Way Lube): Pastikan tangki oli pelumas otomatis terisi cukup. Jangan biarkan mesin berjalan kering karena bisa merusak linear guides.

    • Cairan Pendingin (Coolant): Periksa level volume dan konsentrasi air-coolant. Jika kurang, tambahkan sesuai rasio.

  • Kondisi Fisik Chuck dan Tailstock: Pastikan pencekam (chuck) bersih dari kotoran di sela-sela jaws. Periksa juga tekanan hidrolik/pneumatik jika ada indikator fisiknya.

  • Periksa Kabel dan Selang: Pastikan tidak ada selang hidrolik atau kabel yang terjepit, bocor, atau terkelupas.

B. TAHAP SAAT MESIN MENYALA 

Setelah menyalakan mesin dan sebelum melakukan proses cutting pertama, lakukan pengecekan sistem kelistrikan dan mekanis.

  • Fungsi Emergency Stop & Safety Door: Tekan tombol E-stop dan buka pintu untuk memastikan sistem interlock keamanan berfungsi dengan baik (mesin harus langsung error/lock jika pintu dibuka saat operasi).

  • Prosedur Warm-Up (Pemanasan): Jalankan program warm-up standar selama 10–15 menit. Ini penting untuk meratakan suhu pada spindle dan axis agar pemuaian material stabil dan akurasi terjaga.

  • Tekanan Udara & Hidrolik (Pneumatic/Hydraulic Pressure):

    • Periksa pressure gauge (pengukur tekanan). Pastikan tekanan udara kompresor (biasanya sekitar 5–6 bar) dan tekanan hidrolik chuck berada pada batas normal sesuai manual mesin.

  • Sistem Lubrikasi Otomatis: Pastikan ada lapisan tipis oli pada slideway. Biasanya ada suara pompa lubrikasi bekerja secara berkala.

  • Suara dan Getaran Tidak Wajar: Dengarkan suara spindle saat berputar pada RPM rendah hingga tinggi. Jika ada suara mendengung kasar atau getaran berlebih, segera hentikan mesin.

C. TAHAP SELAMA & SESUDAH PROSES OPERASI

Setelah selesai digunakan, mesin harus dipersiapkan agar siap digunakan kembali pada shift berikutnya dalam kondisi prima.

  • Pembersihan Total: * Bersihkan semua chip menggunakan sekop khusus atau vakum (hindari menyemprot angin kompresor langsung ke arah spindle atau seal jalur gerak karena bisa mendorong debu masuk ke dalam komponen presisi).

    • Lap area window dan dinding dalam mesin.

  • Posisikan Axis di Tengah (Home Position): Jangan tinggalkan mesin dalam keadaan axis (X dan Z) berada di ujung maksimal (travel limit). Posisikan turret di tengah atau di posisi home aman untuk mengurangi beban stres pada ballscrew dan motor servo selama mesin mati.

  • Kuras Tangki Pemisah Oli (Oil Skimmer): Jika mesin dilengkapi oil skimmer, bersihkan oli gelandangan (tramp oil) yang mengapung di atas cairan coolant.

  • Matikan Daya Sesuai Prosedur: Tekan tombol Asix/Machine Stop, matikan Control Power, lalu matikan Main Breaker (saklar utama).


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar