ZMedia Purwodadi

PEMERIKSAAN KONDISI MESIN (CHECKLIST HARIAN)

Table of Contents

 

Pemeriksaan kondisi mesin secara harian (daily checklist) pada mesin CNC sangat penting untuk menjaga akurasi pemotongan, mencegah kerusakan fatal, dan memperpanjang umur mesin. Sama seperti memanaskan dan mengecek oli mobil sebelum perjalanan jauh, operator CNC wajib meluangkan waktu 10–15 menit di awal shift untuk memastikan semuanya aman.

A. TAHAP SEBELUM MESIN DI NYALAKAN (KONDISI MATI)

Pemeriksaan fisik awal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada hambatan mekanis atau kebocoran yang membahayakan.

1. Bersihkan Area Kerja dan Ragum (Waktu: 3 Menit)
  • Pastikan area workspace bersih dari sisa-bisa bram/chip (serpihan besi/kayu) sisa hari sebelumnya. Bersihkan juga bagian ragum (vice) atau meja fixture.
  • Cek Level Cairan Pendingin /Coolant (Waktu: 2 Menit) : Periksa tangki coolant. Jika kurang, tambahkan campuran air dan minyak pendingin dengan rasio yang tepat. Coolant yang terlalu sedikit bisa membuat pahat cepat aus dan patah.
  • Cek Oli Pelumas Jalur / Way Lube (Waktu: 2 Menit) : Pastikan tangki oli pelumas untuk sliding guide (jalur gerak aksis) terisi penuh. Jangan pernah menjalankan mesin CNC dalam kondisi tangki oli ini kosong karena dapat merusak ball screw dan rel presisi.
  • Cek Tekanan Udara Pneumatik (Waktu: 1 Menit)Periksa jarum indikator tekanan udara (regulator kompresor). Biasanya mesin CNC membutuhkan tekanan stabil di angka 5 sampai 6 bar untuk menggerakkan ATC (Automatic Tool Changer) dan melepas/menjepit spindle.


B. TAHAP SETELAH MESIN DINYALAKAN (KONDISI MENYALA)

Setelah mesin dihidupkan (Power On), jangan langsung digunakan untuk memotong material keras. Lakukan pengecekan fungsi elektronik dan mekanis ringan terlebih dahulu.

  • Pemeriksaan Homor/Home Position: Lakukan proses Return to Home (Zero Return) pada semua aksis (X, Y, Z) untuk memastikan sensor pembatas (limit switch) bekerja dengan baik.
  • Prosedur Warm-Up Spindle: Jalankan spindle tanpa beban secara bertahap. Mulai dari RPM rendah (misal: 500 RPM) selama beberapa menit, lalu naikkan ke RPM menengah. Ini penting agar griase/pelumas di dalam bantalan (bearing) spindle merata dan mencapai suhu kerja ideal.
  • Dengarkan Suara Khas Mesin: Saat spindle berputar dan aksis bergerak, dengarkan apakah ada suara bising, berdecit, atau getaran yang tidak biasa.
  • Cek Kipas Pendingin Panel Listrik: Pastikan kipas pada lemari kontrol elektrik berputar untuk mencegah komponen komputer CNC mengalami overheating.

C. TAHAP AKHIR (SELESAI SHIFT KERJA)

Checklist harian tidak hanya di awal, tapi juga di akhir hari agar mesin siap digunakan keesokan harinya tanpa masalah.

  • Pembersihan Total: Bersihkan seluruh sisa cairan dan chip dari dalam kabin mesin. Jangan biarkan chip menumpuk di sudut-sudut rel.
  • Semprot Anti Karat (Jika Perlu): Lap bagian meja mesin dan ragum yang tidak dicat menggunakan oli tipis atau cairan anti-karat agar tidak korosi akibat kelembaban dari coolant.
  • Posisikan Mesin di Tengah: Jangan tinggalkan mesin dalam kondisi aksis menempel di ujung pembatas. Posisikan meja di tengah-tengah ruang kerja untuk mengurangi ketegangan pada struktur mekanis.
Pesan Penting: Selalu catat hasil pemeriksaan ini di selembar kertas atau sistem digital perusahaan. Jika ditemukan keanehan (seperti oli habis terlalu cepat atau suara bising), segera laporkan ke tim maintenance sebelum menjadi kerusakan besar yang memakan biaya mahal.

-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar