ZMedia Purwodadi

CIRCULAR & RECTANGULAR PATTERN PADA AUTODESK INVENTOR

Table of Contents

Saat membuat model 3D, kita sering menjumpai bentuk yang berulang secara rapi dan massal. Alih-alih membuat fitur tersebut satu per satu (yang membuang waktu dan memperbesar ukuran file), kita menggunakan fungsi PatternPattern adalah perintah untuk menduplikasi fitur (feature), bodi (body), atau komponen secara massal, terukur, dan sistematis berdasarkan parameter geometris tertentu.

A. RECTANGULAR PATTERN (DUPLIKASI LINIER/GRID)

Rectangular Pattern digunakan untuk menduplikasi fitur sepanjang jalur lurus (linier). Duplikasi ini bisa dilakukan dalam satu arah (1D) atau dua arah sekaligus membentuk jaringan kotak/grid (2D).

Parameter Utama :
  • Features/Solids: Objek atau lubang yang ingin diduplikasi.
  • Direction (1 & 2): Garis tepi (edge), sumbu aksis (axis), atau garis sketsa yang menentukan arah duplikasi.
  • Spacing Method (Metode Jarak):
    • Spacing: Mengatur jarak antar objek yang berdekatan.
    • Distance: Mengatur total jarak dari objek pertama ke objek terakhir.
    • Curve Length: Otomatis membagi rata objek sepanjang garis kurva yang dipilih

B. CIRCULAR PATTERN (DUPLIKASI MELINGKAR/RADIAL)

Circular Pattern digunakan untuk menduplikasi fitur di sekitar sumbu putar (aksis) atau tepi lingkaran. Fitur ini sangat krusial untuk membuat objek-objek simetris radial.

Parameter Utama
  • Rotation Axis: Pusat putaran. Bisa berupa permukaan silinder, garis sumbu (work axis), atau edge lingkaran.
  • Placement (Jumlah & Sudut): Contoh: Memasukkan jumlah 6 dengan sudut 360 deg akan menciptakan 6 duplikasi yang membagi rata satu lingkaran penuh (masing-masing berjarak 60 derajat).
  • Positioning Method: Incremental: Mengatur sudut antar objekFitted: Mengatur total sudut keseluruhan lingkaran/busur.

C. PENERAPAN

Untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa, berikut adalah tabel perbedaan fungsional dan contoh ril aplikasinya di dunia manufaktur:

1. Rectangular Pattern

  • Logika dasar : Bergerak lurus/grid (Sumbu X dan Y)
  • Contoh komponen : Pola lubang pada pagar/plat saringan, Kisi-kisi udara (grille) pendingin ruangan
  • Kesalahan Umum : Lupa mengatur arah Direction 2 saat ingin membuat pola grid (2D).

2. Circular Pattern

  • Logika dasar : Bergerak melingkar/radial
  • Contoh komponen : Lubang baut pada velg mobil / flange pipa, Gigi-gigi pada roda gigi (gear), Bilah kipas pada turbin (impeller)
  • Kesalahan Umum : Memilih permukaan datar sebagai Rotation Axis (seharusnya pilih permukaan silindris atau garis poros).

Tips Produktivitas 

Saat melakukan Assembly (perakitan), Anda tidak perlu memasang baut satu per satu pada lubang hasil pattern. Gunakan fitur Pattern Component di dalam mode Assembly, lalu pilih baut dan pasangkan pada salah satu lubang. Inventor akan otomatis mengisi seluruh lubang lainnya dengan baut secara instan!

-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar