ZMedia Purwodadi

PARAMETER PEMOTONGAN PADA MESIN GERINDA

Table of Contents


Parameter pemotongan pada mesin gerinda adalah variabel-variabel yang dapat diatur oleh operator untuk mengontrol proses pembuangan material. Pengaturan parameter yang tepat sangat penting untuk menghasilkan permukaan akhir yang halus, mencegah overheating (terbakarnya benda kerja), dan menjaga umur pakai batu gerinda.

1. KECEPATAN POTONG BATU GERINDA (CUTTING SPEED)

Kecepatan potong adalah kecepatan keliling (kecepatan linear) pada permukaan luar batu gerinda saat berputar. 

Dalam penggerindaan, kecepatan potong sangat tinggi dibandingkan dengan mesin perkakas lain seperti bubut atau frais, dan biasanya diukur dalam satuan meter per detik (m/s).

Rumus yang digunakan:

Keterangan:

  • Vc = Kecepatan potong (m/s)
  • Phi (𝜋) = Konstanta (3.14)
  • d = Diameter batu gerinda (mm)
  • n = Putaran poros mesin gerinda (RPM)

Catatan: 

  • Kecepatan potong yang terlalu rendah menyebabkan butiran abrasif cepat tumpul dan aus, sedangkan kecepatan yang terlalu tinggi meningkatkan risiko batu gerinda pecah akibat gaya sentrifugal.

2. KECEPATAN BENDA KERJA (WORKPIECE SPEED)

Ini adalah kecepatan pergerakan benda kerja saat bersentuhan dengan batu gerinda. Parameternya berbeda tergantung pada jenis mesin gerindanya:

  • Gerinda Datar (Surface): Kecepatan translasi linier meja kerja (maju-mundur) dalam m/menit.
  • Gerinda Silindris (Cylindrical): Kecepatan putar keliling benda kerja (Vw), yang dihitung dalam m/menit dengan rumus: 

Keterangan : 
  • dw : adalah diameter benda kerja (mm)
  • nw : adalah putaran benda kerja (RPM)
Arah putaran benda kerja umumnya berlawanan (counter-rotating) dengan arah putaran batu gerinda pada titik sentuh untuk memaksimalkan efisiensi pemotongan.

3. KEDALAMAN PEMOTONGAN (DEPTH OF CUT)

Kedalaman pemotongan adalah ketebalan material yang dibuang oleh batu gerinda dalam satu kali proses jalan lintasan (pass).

Karena fungsi utama gerinda adalah untuk proses akhir (finishing) dan pencapaian toleransi yang sangat presisi, nilai pemakanannya sangat kecil, umumnya berkisar antara 0.005 mm hingga 0.05 mm per lintasan.

  • Roughing (Pengasaran): Menggunakan depth of cut yang lebih besar (misal 0.02 mm - 0.05 mm) untuk mempercepat pembuangan sisa material awal.
  • Finishing (Penyelesaian): Menggunakan depth of cut sangat kecil (di bawah 0.01 mm) untuk mendapatkan tingkat kehalusan maksimal tanpa menghasilkan panas berlebih.

4. GERAK MAKAN (FEED RATE)

Gerak makan mengacu pada kecepatan pergeseran relatif antara batu gerinda dan benda kerja secara lateral (menyamping).

  • Pada gerinda silindris, ini adalah besaran pergeseran memanjang batu gerinda sepanjang sumbu benda kerja untuk setiap satu putaran penuh benda kerja.
  • Pada gerinda datar, ini adalah besaran pergeseran melintang meja (atau batu gerinda) setiap kali satu langkah bolak-balik longitudinal selesai.

Feed rate yang tinggi mempercepat waktu pengerjaan tetapi menghasilkan guratan permukaan yang lebih terlihat (alur lebih lebar). Sebaliknya, feed rate rendah menghasilkan kehalusan permukaan (Ra) yang sangat baik.

Keseimbangan Parameter (Trade Off)

Mengatur parameter pada gerinda pada dasarnya adalah menyeimbangkan antara Laju Pembuangan Material (Material Removal Rate) dan Kualitas Permukaan Akhir.

  • Jika ingin permukaan sangat halus: Naikkan kecepatan potong batu gerinda (Vc), turunkan gerak makan (feed rate), dan gunakan kedalaman pemotongan yang sangat kecil.
  • Jika pemotongan menghasilkan panas berlebih (benda kerja menguning/gosong): Kurangi kedalaman pemotongan, kurangi kecepatan benda kerja, atau gunakan batu gerinda dengan struktur yang lebih renggang agar cairan pendingin (coolant) bisa masuk membasuh area pemotongan.

-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar