PANEL KONTROL PADA CNC LATHE
Panel kontrol pada mesin CNC lathe (mesin bubut CNC), yang sering disebut sebagai Machine Control Panel (MCP) atau HMI (Human Machine Interface), adalah pusat komando tempat operator berinteraksi dengan mesin. Melalui panel ini, operator dapat menjalankan program, menggerakkan pahat secara manual, dan mengatur parameter pemesinan.
Sumber : Fundamentals of CNC Machining
A. MODE OPERASI (OPERATION MODES)
Untuk menentukan bagaimana mesin menerima dan menjalankan perintah, Anda harus memutar sakelar pemilih mode (Mode Select Switch) ke salah satu mode berikut:
1. AUTO / MEM (Memory Mode)
- Fungsi: Mesin menjalankan program G-code secara otomatis dari awal hingga akhir berdasarkan file yang sudah disimpan di dalam memori mesin.
- Kapan digunakan: Saat proses produksi massal atau ketika program sudah diuji dan dipastikan aman.
2. MDI (Manual Data Input)
- Fungsi: Mode semi-otomatis di mana operator mengetikkan beberapa baris perintah G-code secara manual di layar, lalu menekan tombol Cycle Start untuk mengeksekusinya satu kali. Perintah ini tidak disimpan secara permanen.
- Kapan digunakan: Untuk pemesinan sederhana yang tidak butuh program panjang, memutar spindel (misal:
S1000 M03), atau mengganti alat potong (tool change).
3. MANUAL (JOG & MPG)
Mode manual digunakan untuk menggerakkan mesin tanpa kode program. Mode ini terbagi menjadi dua:
- JOG: Pahat/axis akan bergerak secara kontinu selama tombol arah sumbu ditekan (misalnya menekan terus tombol +Z atau -X). Kecepatannya diatur oleh Feedrate Override.
- MPG / HANDLE (Manual Pulse Generator): Pergerakan sangat presisi menggunakan roda putar (handwheel). Setiap satu "klik" putaran pada roda mewakili pergerakan yang sangat kecil (misalnya 0.01 mm atau 0.001 mm). Digunakan untuk setting titik nol benda kerja (Zero Workpiece).
4. EDIT
- Fungsi: Mode khusus untuk membuat, mengubah, menghapus, atau mentransfer program G-code di memori mesin. Mesin tidak bisa bergerak saat berada di mode ini.
5. ZERO RETURN / REF / HOME
- Fungsi: Mengembalikan semua sumbu (X dan Z pada mesin bubut) ke titik referensi nol mesin (Machine Zero). Ini wajib dilakukan saat mesin baru saja dihidupkan untuk kalibrasi posisi absolut.
B. TOMBOL-TOMBOL EKSEKUSI UTAMA
Di samping pemilih mode, terdapat deretan tombol dan sakelar untuk mengontrol fisik mesin:
| Nama Tombol | Warna Umum | Fungsi |
| Emergency Stop (E-Stop) | Merah (Besar) | Tombol darurat untuk memutus semua daya motor dan pergerakan seketika jika terjadi tabrakan (crash) atau bahaya. |
| Cycle Start | Hijau | Memulai eksekusi program (di mode AUTO) atau perintah tunggal (di mode MDI). |
| Feed Hold | Merah / Kuning | Menghentikan sementara pergerakan sumbu (axis) tanpa mematikan putaran spindel. Ditekan jika operator melihat potensi bahaya, lalu bisa dilanjutkan kembali dengan Cycle Start. |
| Single Block | Putih / Abu-abu | Jika diaktifkan, mesin hanya akan membaca dan mengeksekusi satu baris G-code saja lalu berhenti, menunggu ditekan Cycle Start lagi. Sangat berguna untuk testing program baru. |
| Spindle ON / OFF / JOG | Beragam | Mengontrol putaran spindel utama secara manual (Searah jarum jam/CW, Stop, atau Berlawanan/CCW). |
| Coolant ON / OFF / AUTO | Beragam | Menghidupkan atau mematikan pompa cairan pendingin (coolant). |
| Axis Direction (+X, -X, +Z, -Z) | Beragam | Tombol panah untuk menggerakkan menara pahat (turret) secara manual di mode JOG. Sumbu Z bergerak kiri-kanan, sumbu X bergerak maju-mundur mendekati/menjauhi center. |
Sakelar Override (Dial / Potensiometer)
Panel kontrol biasanya memiliki dua atau tiga sakelar putar (knob) yang memungkinkan Anda melakukan penyesuaian real-time saat mesin sedang berjalan (biasanya dihitung dalam persentase 0% - 120% atau 150%):
- Feedrate Override: Mempercepat atau memperlambat laju sayat/gerak pahat dari nilai asli yang diprogram. Jika diputar ke 0%, pergerakan berhenti sama sekali.
- Spindle Override: Mempercepat atau memperlambat putaran RPM spindel dari nilai yang diprogram.
-= TERIMA KASIH =-



Posting Komentar