FUNGSI & STANDAR SUDUT POTONG
Menentukan besaran sudut potong tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sudut-sudut ini harus disesuaikan dengan jenis material benda kerja untuk mencapai keseimbangan antara ketajaman alat potong (agar pemotongan ringan) dan kekuatan alat potong (agar ujung pahat tidak mudah patah atau aus).
Berikut adalah rincian fungsi masing-masing sudut dan standar nilai yang digunakan berdasarkan kekerasan material.
1. Fungsi Utama Sudut Potong
Dalam pemesinan, total sudut di bagian ujung pahat jika dijumlahkan (Sudut Buang + Sudut Baji + Sudut Bebas) membentuk sudut siku-siku (90°). Mengubah satu sudut otomatis akan mempengaruhi sudut lainnya.
Sudut Buang / Sudut Tatal (Rake Angle):
Berfungsi untuk memotong benda kerja dan mengarahkan aliran tatal (gram) agar mudah terlepas.
Sudut besar (positif): Pemotongan terasa ringan dan mesin tidak butuh tenaga besar, tetapi ujung pahat menjadi tipis dan rentan patah.
Sudut kecil / nol: Digunakan untuk material keras atau getas (seperti besi cor) di mana tatal akan hancur menjadi serbuk, bukan memanjang.
Sudut Bebas (Clearance Angle):
Berfungsi semata-mata untuk mencegah bagian bawah atau samping pahat bergesekan dengan permukaan benda kerja yang baru saja dipotong. Gesekan yang tidak perlu akan menghasilkan panas ekstrem yang membuat pahat cepat tumpul (gosong).
Sudut Baji / Sudut Potong (Wedge Angle):
Sudut fisik dari ujung material pahat itu sendiri. Berfungsi menentukan kekuatan struktural mata potong dan kemampuannya menyerap panas. Semakin keras material benda kerja, sudut baji harus dibuat semakin besar (lebih tumpul) agar pahat kuat menahan beban potong.
2. Standar Sudut Potong Berdasarkan Material
Nilai di bawah ini adalah panduan standar yang umum digunakan untuk menggerinda pahat bubut HSS (High-Speed Steel). Material yang lebih lunak membutuhkan pahat yang lebih tajam, sedangkan material keras menuntut pahat yang lebih kokoh.
| Material Benda Kerja | Sudut Buang (Rake) | Sudut Bebas (Clearance) | Sudut Baji (Wedge) | Karakteristik Pemotongan |
| Aluminium / Kuningan | 15° – 20° | 10° – 12° | 58° – 65° | Material lunak dan ulet. Butuh pahat tajam agar tatal mengalir lancar dan tidak menempel pada mata potong. |
| Baja Karbon Rendah (Mild Steel) | 12° – 15° | 8° – 10° | 65° – 70° | Keseimbangan standar. Menghasilkan tatal yang memanjang berkesinambungan. |
| Baja Keras (Hard Steel) | 5° – 10° | 6° – 8° | 72° – 79° | Material liat dan keras. Sudut buang diturunkan agar ujung baji lebih tebal dan tidak patah saat menahan beban. |
| Besi Cor (Cast Iron) | 0° – 5° | 5° – 7° | 78° – 85° | Material getas. Tatal hancur menjadi serbuk pendek, sehingga tidak butuh sudut buang yang besar. Fokus utama pada kekuatan pahat. |
Prinsip Dasar: Jika saat membubut ujung pahat Anda sering gempil atau patah, itu berarti sudut baji terlalu kecil (terlalu tajam) untuk material tersebut. Sebaliknya, jika pahat cepat panas, berasap, dan permukaan benda kerja kasar, kemungkinan besar sudut bebasnya terlalu kecil (bergesekan).
Posting Komentar