ZMedia Purwodadi

PEMBUBUTAN TIRUS

Table of Contents


Sumber : https://vmtcnc.com

Pembubutan tirus adalah proses pemesinan pada mesin bubut untuk menghasilkan bentuk benda kerja yang diameternya berubah secara bertahap dan seragam sepanjang sumbu benda kerja, membentuk kerucut (tirus).

Sumber : https://engineeringtechnology.org/ 

Terdapat beberapa teknik yang umum digunakan di bengkel pemesinan untuk menghasilkan tirus:

1. Menggeser Eretan Atas (Compound Rest Method)

Metode ini adalah yang paling umum digunakan untuk menghasilkan tirus dengan sudut yang relatif tajam dan panjang tirus yang pendek.
  • Cara: Eretan atas diputar sesuai dengan sudut tirus yang diinginkan, kemudian penyayatan dilakukan dengan menggerakkan eretan atas tersebut secara manual.
  • Kelebihan: Sangat fleksibel untuk sudut apa pun.
  • Kekurangan: Panjang tirus terbatas pada jarak gerak eretan atas dan harus dilakukan secara manual (tidak bisa otomatis).
  • Rumus : 
    • alpha = Sudut putar eretan atas (derajat).
    • D = Diameter besar benda kerja (mm).
    • d = Diameter kecil benda kerja (mm).
    • l= Panjang bagian yang akan ditiruskan (mm).

2. Menggeser Kepala Lepas (Tailstock Offset Method)

Metode ini digunakan untuk membubut tirus yang panjang tetapi memiliki sudut yang kecil (tirus yang landai).

  • Cara: Kepala lepas digeser (offset) menjauhi atau mendekati operator dari sumbu senter utama. Benda kerja kemudian dijepit di antara dua senter.
  • Kelebihan: Bisa dilakukan dengan gerak makan otomatis (automatic feed) sehingga hasil permukaan lebih halus.
  • Kekurangan: Kurang presisi jika tidak diukur dengan teliti dan hanya bisa digunakan untuk tirus luar.
  • Rumus : 

    • x = Besar pergeseran kepala lepas (mm).
    • L = Panjang total benda kerja (mm).
    • D = Diameter besar benda kerja (mm).
    • d = Diameter kecil benda kerja (mm).
    • l = Panjang bagian yang ditiruskan (mm).

3. Menggunakan Alat Bantu (Taper Attachment)

Ini adalah metode paling profesional yang biasanya sudah terintegrasi pada mesin bubut besar.

  • Cara: Sebuah pengarah tirus (taper attachment) dipasang di bagian belakang mesin. Saat eretan memanjang bergerak, alat ini memaksa eretan melintang untuk bergerak secara bersamaan membentuk sudut yang diinginkan.
  • Kelebihan: Sangat akurat, bisa untuk tirus dalam maupun luar, dan bisa menggunakan gerak makan otomatis.
  • Rumus : 

    • D = diameter terbesar (mm)
    • d = diameter terkecil (mm)
    • l = Panjang bagian tirus
    • L = panjang benda kerja seluruhan

4. Menggunakan Pahat Bentuk (Form Tool)

  • Cara: Pahat dibentuk atau diasah sesuai dengan profil tirus yang diinginkan, kemudian ditekan langsung ke benda kerja.
  • Kelebihan: Sangat cepat untuk produksi massal tirus pendek.
  • Kekurangan: Tidak cocok untuk tirus panjang dan membutuhkan gaya potong yang besar.

Tip Praktis 

  • Pengukuran: Selalu gunakan taper gauge atau mikrometer untuk memastikan akurasi diameter di kedua ujung tirus.
  • Keamanan: Pastikan benda kerja terpasang dengan sangat kuat, terutama pada metode kepala lepas, karena ada potensi beban tidak seimbang pada senter.
  • Finishing: Untuk mendapatkan hasil permukaan yang halus, gunakan kecepatan potong yang tepat dan pendingin (coolant) yang cukup agar tidak terjadi chatter (getaran).

-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar