ZMedia Purwodadi

PEMBUBUTAN BERTINGKAT (STEP TURNING)

Table of Contents

Pembubutan bertingkat (step turning) adalah proses pemesinan bubut untuk mengurangi diameter benda kerja secara bervariasi, sehingga menghasilkan beberapa tingkatan diameter yang berbeda pada satu poros tunggal.

Jika melihat gambar skematis yang Anda unggah sebelumnya, ilustrasi tersebut sebenarnya menunjukkan transisi menuju proses pembubutan bertingkat, di mana pahat bergerak memanjang (searah sumbu Z) untuk membentuk diameter yang lebih kecil di ujung benda kerja, sementara diameter di dekat chuck (pencekam) tetap lebih besar.

A. PRINSIP DASAR PEMBUBUTAN BERTINGKAT

Proses ini dilakukan dengan menyayat benda kerja secara memanjang menggunakan pahat bubut rata. Perbedaannya dengan pembubutan lurus biasa adalah posisi berhenti pahat (feeding stop) diatur pada panjang tertentu sesuai dengan variasi ukuran diameter yang diinginkan pada gambar kerja.

B. LANGKAH-LANGKAH PROSES PEMBUBUTAN BERTINGKAT

Untuk mendapatkan hasil yang presisi dan aman, berikut adalah tahapan standar yang biasanya dilakukan:

1. Persiapan Benda Kerja dan Alat Potong

  • Cek pencekaman benda kerja pada chuck agar benar-benar sentris (tidak oleng).
  • Setel ketinggian ujung pahat bubut tepat setinggi senter putar kepala lepas (tailstock).

2. Pembubutan Muka (Facing)

  • Bubut bagian ujung permukaan benda kerja terlebih dahulu untuk memastikan permukaannya rata dan tegak lurus, sekaligus sebagai titik acuan awal ukuran panjang (titik nol sumbu Z).

3. Pembubutan Diameter Terbesar (Tahap Awal)

  • Lakukan pembubutan lurus pada seluruh panjang benda kerja untuk mencapai ukuran diameter luar terbesar yang diminta.

4. Pembubutan Tingkatan (Stepping):

  • Mulailah menyayat dari diameter yang paling besar menuju diameter yang paling kecil (berurutan).
  • Atur dial indicator eretan memanjang atau manfaatkan fitur Digital Read Out (DRO) untuk mengontrol panjang setiap tingkatan secara akurat.

5. Finishing pada Sudut Pembatas:

  • Di setiap batas pergantian diameter, buatlah sudut penyayatan yang bersih. Jika fungsi poros membutuhkan kekuatan mekanis tinggi (menghindari konsentrasi tegangan), sudut tajam dipahat membentuk radius (fillet).

C. APLIKASI DI DUNIA INDUSTRI

Poros bertingkat sangat sering dijumpai pada komponen pemesinan karena fungsinya yang vital, antara lain:

1. Poros Transmisi (Shaft)
  • Tempat dudukan bantalan (bearing), roda gigi (gear), atau puli (pulley) yang membutuhkan pembatas mekanis (bahu poros) agar posisi komponen tidak bergeser.
2. Poros Angker Dinamo
  • Digunakan pada motor listrik untuk memisahkan area gulungan tembaga dengan dudukan bearing.


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar