PEMBUBUTAN ALUR DAN ULIR
Proses pembubutan alur (grooving) dan ulir (threading) merupakan dua teknik pemesinan tingkat lanjut pada mesin bubut konvensional yang membutuhkan tingkat presisi dan pengaturan mesin yang tepat.
A. PEMBUBUTAN ALUR (GROOVING)
Pembubutan alur adalah proses penyayatan benda kerja untuk membuat celah atau lekukan dengan kedalaman dan lebar tertentu.
1. Fungsi Pembubutan Alur
- Tempat Pemasangan Snap Ring / Circlip: Agar bantalan (bearing) atau komponen silindris tidak bergeser.
- Pembebas Ulir (Undercut): Dibuat pada ujung batas ulir agar pahat ulir memiliki ruang bebas saat berhenti menyayat.
- Pemberi Batas Pemesinan: Memisahkan dua diameter yang berbeda pada satu poros.
- Alur Luar (External Grooving): Pembuatan alur pada permukaan luar benda kerja.
- Alur Dalam (Internal Grooving): Pembuatan alur di dalam lubang benda kerja.
- Alur Muka (Face Grooving): Pembuatan alur pada penampang ujung (muka) benda kerja.
- Pemilihan Pahat: Gunakan pahat alur yang lebar potongnya sesuai dengan spesifikasi gambar kerja.
- Pemasangan Pahat: Pastikan pahat terpasang setinggi senter benda kerja. Jika terlalu tinggi atau rendah, sudut potong pahat akan berubah dan memicu getaran (chatter).
- Pengaturan Kecepatan (RPM): Gunakan kecepatan putaran mesin yang lebih rendah (sekitar 1/2 atau 1/3 dari kecepatan bubut rata) karena area kontak pahat dan benda kerja cukup luas.
- Proses Penyayatan: Gerakkan pahat secara tegak lurus (menggunakan eretan lintang) secara perlahan. Gunakan cairan pendingin (coolant) untuk meredam panas dan mempermudah keluarnya beram (chip).
B. PEMBUBUTAN ULIR (THREADING)
Pembubutan ulir adalah proses membuat profil alur heliks kontinu pada permukaan silindris benda kerja. Pada mesin konvensional, proses ini memanfaatkan sinkronisasi antara putaran spindle dan gerak translasi eretan melalui leadscrew (poros transportir).
- Ulir Metris (M): Memiliki sudut puncak 60 derajat dengan satuan milimeter (contoh: M12 x 1.75).
- Ulir Whitworth (Withworth/WW): Memiliki sudut puncak 55 derajat dengan satuan inchi (TPI - Threads Per Inch).
- Gear Box / Tuas Pengatur: Digunakan untuk mengatur rasio putaran poros transportir terhadap spindle utama agar sesuai dengan kisar (pitch) ulir yang diinginkan.
- Eretan Atas (Compound Slide): Untuk ulir metris, eretan atas idealnya diputar sebesar 29 derajat hingga 30 derajat agar penyayatan dominan terjadi pada satu sisi mata potong pahat (mengurangi beban pahat).
- Bubut Diameter Luar: Bubut diameter benda kerja sesuai ukuran nominal ulir (disarankan dikurangi sekitar 0.1 mm agar puncak ulir tidak tajam/cacat).
- Buat Alur Pembebas (Undercut) & Chamfer: Buat alur bebas di ujung akhir ulir sebagai tempat berhentinya pahat, serta chamfer di ujung awal untuk mempermudah masuknya pahat.
- Setel Pahat Ulir: Pasang pahat setinggi senter. Gunakan mal ulir (thread gauge) untuk memastikan posisi pahat benar-benar tegak lurus (90derajat) terhadap sumbu benda kerja.
- Atur Tuas Kecepatan & Pitch: Sesuaikan posisi tuas pada gear box sesuai tabel pitch yang ada pada mesin. Gunakan RPM yang sangat rendah (misal 60–100 RPM) untuk kontrol yang aman.
Proses Penyayatan (Sistem Otomatis Transportir):
- Sentuhkan pahat pada benda kerja, set dial indikator eretan ke angka "0".
- Majukan pahat kedalaman awal (sekitar 0.1 - 0.2 mm).
- Aktifkan tuas otomatis poros transportir (half-nut lever).
- Saat pahat mencapai alur pembebas, tarik pahat mundur dengan cepat menggunakan eretan lintang, lalu balik arah putaran mesin (posisi reverse) untuk mengembalikan posisi pahat ke titik awal (jangan melepas tuas otomatis agar lead tidak melompat).
- Ulangi langkah ini dengan menambah kedalaman pemakanan secara bertahap hingga mencapai kedalaman ulir penuh (H = 0.61 x P untuk ulir metris).
Catatan K3 (Keselamatan Kerja)
Karena kedua proses ini menghasilkan beram yang cenderung kontinu dan tajam (terutama alur), selalu gunakan kacamata pelindung (safety glasses) dan jangan sekali-kali membersihkan beram dengan tangan telanjang saat mesin berputar. Gunakan kuas atau kait besi.
-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar