PEMBENTUKAN RADIUS PADA PEMBUBUTAN PROFIL
Pembentukan radius (baik cembung maupun cekung) pada pembubutan profil di mesin bubut konvensional adalah proses pemotongan benda kerja untuk menghasilkan permukaan yang melengkung. Berbeda dengan mesin bubut CNC yang menggunakan kode program untuk menggerakkan pahat secara otomatis dalam lintasan kurva, mesin bubut konvensional membutuhkan teknik mekanis dan manual yang spesifik.
1. MENGGUNAKAN PAHAT BENTUK (FORM TOOL)
Ini adalah cara yang paling umum dan efisien untuk membuat radius dengan ukuran kecil hingga menengah.
- Proses: Pahat bubut diasah secara khusus pada mesin gerinda potong sehingga mata potongnya membentuk cetakan negatif dari radius yang diinginkan (misalnya, pahat cekung untuk membuat benda kerja cembung). Pahat ini kemudian didorong lurus (plunge) secara perlahan ke arah benda kerja.
- Kelebihan: Prosesnya cepat dan konsisten jika memproduksi beberapa part sekaligus.
- Kekurangan: Karena bidang sentuh antara pahat dan benda kerja cukup luas, metode ini rentan menimbulkan getaran yang kuat (chatter).
2. MENGGUNAKAN PERLENGKAPAN RADIUS (RADIUS TURNING ATTACHMENT)
Untuk radius yang lebih besar atau yang membutuhkan tingkat kepresisian tinggi, operator menggunakan alat bantu khusus.
- Proses: Alat ini dipasang pada eretan lintang (cross-slide). Alat ini memiliki mekanisme engsel atau poros putar yang memungkinkan pahat bergerak mengayun membentuk busur (arc) yang sempurna saat tuasnya diputar.
- Kelebihan: Mampu menghasilkan kurva yang sangat presisi dan halus, serta dapat disetel untuk berbagai ukuran radius tanpa harus mengganti/mengasah pahat berulang kali.
3. KOMBINASI GERAKAN MANUAL (STEP TURNING & FILING)
Ini adalah metode tradisional yang sangat bergantung pada keterampilan (feeling) operator mesin.
- Proses: Operator memutar roda gila eretan memanjang (sumbu Z) dan eretan melintang (sumbu X) secara bersamaan untuk meniru lintasan kurva. Biasanya, material dibuang sedikit demi sedikit membentuk "tangga" kecil (step turning).
- Penyelesaian: Karena hasilnya masih kasar, tahap finishing dilakukan menggunakan kikir (file) yang digerakkan secara membulat, kemudian dihaluskan menggunakan kain ampelas (emery cloth) saat benda kerja berputar.
- Kelebihan: Fleksibel dan tidak membutuhkan alat tambahan khusus.
- Kekurangan: Akurasinya rendah dan tidak cocok untuk komponen dengan toleransi yang ketat.
Posting Komentar