ZMedia Purwodadi

KEPALA PEMBAGI (DIVIDING HEAD) PADA MESIN FRAIS

Table of Contents

Sumber : teknikjaya.co.id

Kepala pembagi (dividing head) adalah salah satu perlengkapan tambahan yang paling krusial pada mesin frais (milling machine). Fungsi utamanya adalah untuk memegang benda kerja dan memutarnya pada sudut tertentu agar keliling benda kerja tersebut dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang sama besar.

Alat ini sangat esensial dalam pengerjaan presisi di bengkel pemesinan SMK, terutama saat praktik membuat komponen yang membutuhkan pembagian sudut akurat. Misalnya, saat membuat roda gigi (gear) custom untuk meracik ulang rasio transmisi motor, membuat poros bergeligi (spline), alur pasak berjajar, atau membentuk kepala baut segi enam (heksagonal).

1. KOMPONEN UTAMA KEPALA LEPAS

Untuk memahami cara kerjanya, kita perlu mengenali komponen-komponen penyusunnya:

  • Spindel Utama (Main Spindle): Tempat memasang chuck (cekam) atau collet yang menjepit benda kerja.
  • Engkol Pemutar (Crank): Tuas yang diputar oleh operator untuk memutar spindel.
  • Piringan Pembagi (Index Plate): Piringan yang memiliki beberapa lingkaran konsentris, di mana setiap lingkaran memiliki jumlah lubang yang berbeda secara presisi. Pin pada engkol akan ditancapkan ke lubang-lubang ini untuk mengunci putaran.
  • Roda Gigi Cacing (Worm Gear): Mekanisme transmisi di dalam kepala pembagi yang menghubungkan engkol dengan spindel. Rasio standar yang paling umum digunakan adalah 40:1, artinya 40 putaran engkol akan menghasilkan 1 putaran penuh pada benda kerja.
  • Gunting Pembatas (Sector Arms): Dua lengan yang bisa digeser pada piringan pembagi untuk membatasi jumlah lubang yang harus dilewati tanpa operator harus menghitung lubang satu per satu setiap kali memutar engkol.


2. PRINSIP KERJA & PERHITUNGAN (PEMBAGIAN SEDERHANA)

Metode yang paling sering digunakan adalah Pembagian Sederhana (Simple Indexing). Karena rasio transmisi roda gigi cacing adalah 40:1, perhitungan matematis untuk menentukan berapa kali engkol harus diputar didasarkan pada rumus berikut:

Di mana Z adalah jumlah bagian atau gigi yang ingin dibuat pada benda kerja.

Contoh Kasus Pengerjaan:

Misalnya Anda sedang mengerjakan roda gigi dengan jumlah gigi Z = 30.

  • Masukkan ke dalam rumus: Putaran Engkol = 40/30
  • Sederhanakan pecahan: 1-10/30 yang setara dengan 1-1/3.
  • Ini berarti operator harus memutar engkol 1 putaran penuh ditambah 1/3 putaran.
  • Untuk mendapatkan 1/3 putaran, Anda mencari lingkaran pada Index Plate yang jumlah lubangnya habis dibagi 3. Jika Anda menggunakan lingkaran dengan 21 lubang, maka 1/3 dari 21 adalah 7 lubang.
  • Jadi, langkah pengerjaannya adalah: 1 putaran penuh ditambah 7 lubang pada lingkaran berlubang 21.

Posting Komentar