Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PEMBAHASAN PSAJ TEKNIK PEMESINAN BUBUT

 

Pembahasan PSAJ Teknik Pemesinan Bubut ini berisikan jawaban dan pembahasan dilengkapi pula dengan link video untuk lebih memahami : 

1.     Rumus ini menghubungkan diameter benda kerja dan putaran mesin untuk mendapatkan kecepatan linear potong dalam m/menit.

2.    

3.      Permukaan benda kerja menjadi kasar : Feed yang besar meninggalkan jejak ulir atau kekasaran yang lebih nyata pada permukaan benda.

4.      Mempelajari gambar kerja dan menentukan urutan proses : Perencanaan yang matang mencegah kesalahan fatal dalam dimensi dan langkah kerja.

5.      Agar sudut bebas dan sudut potong bekerja secara optimal : Ketinggian yang salah mengubah geometri potong efektif yang merusak kualitas permukaan.

6.      Memiliki lebih dari satu sumbu putar: Eksentrik berarti pusat putaran benda tidak berada pada garis sumbu utamanya.

7.      Independent chuck (Rahang empat) : Setiap rahang dapat digerakkan secara bebas untuk menggeser pusat benda kerja sesuai offset yang diinginkan.

8.      Menggunakan pahat yang sudah dibentuk sesuai profil : Pahat profil akan langsung membentuk benda kerja sesuai bentuk mata potongnya.

9.      Gerakan eretan lintang dan eretan memanjang secara bersamaan : Kombinasi gerakan dua sumbu diperlukan untuk membentuk lintasan kurva.

10.  Mencekam benda kerja yang bentuknya tidak beraturan atau lebar : Face plate memiliki alur-alur baut untuk mengikat benda kerja yang tidak bisa dijepit chuck standar.

11.  Memegang benda kerja yang memiliki lubang di tengah agar bisa dibubut bagian luarnya : Mandrel dimasukkan ke lubang benda kerja agar benda bisa berputar konsentris terhadap sumbu.

12.  Batas penyimpangan bentuk, posisi, dan orientasi komponen : Selain ukuran (dimensi), hubungan posisi seperti kesepusatan (concentricity) sangat penting dalam perakitan.

13.  Karena pembuatan lubang yang presisi lebih sulit dibandingkan poros : Lebih mudah menyesuaikan diameter poros dengan pembubutan daripada menyesuaikan lubang yang sudah tetap ukurannya.

14.  Suaian Paksa (Interference Fit) : Diameter poros sedikit lebih besar dari lubang sehingga memerlukan gaya eksternal untuk masuk.

15.  Lebih rendah dibandingkan bahan yang lunak : Bahan keras menghasilkan panas lebih cepat, sehingga kecepatan potong harus dikurangi agar pahat tidak cepat aus.

16.  Tegak lurus terhadap sumbu putar benda kerja : Pahat bergerak dari tepi ke pusat (atau sebaliknya) untuk meratakan bagian ujung benda.

17.  Memiringkan eretan atas (compound slide) : Eretan atas dapat diputar sesuai sudut tirus yang diinginkan untuk pengerjaan tirus pendek.

18.  Menyeimbangkan distribusi massa agar mesin tidak bergetar hebat : Karena pusat massa benda tidak di tengah, beban penyeimbang mencegah gaya sentrifugal yang merusak mesin.

19.  Sebagai tempat tumpuan ujung senter kepala lepas : Lubang ini menjaga posisi benda kerja tetap stabil dan konsentris saat ditumpu senter.

20.  Eretan (carriage/saddle) : Ia harus ikut bergerak bersama pahat untuk selalu menumpu benda kerja tepat di titik potong.

21.  Dapat terjadi kelonggaran kecil atau kesesakan kecil : Tergantung pada hasil produksi dalam batas toleransi, perakitan bisa mudah atau butuh ketokan ringan.

22.  Tebal lapisan material yang dibuang dalam satu kali penyayatan : Diukur secara radial dari permukaan awal ke permukaan baru setelah disayat.

23.  Menyerap panas dan melumasi bidang kontak pahat-benda : Ini menjaga ketajaman pahat dan meningkatkan kualitas permukaan benda kerja.

24.  6000 : HSS lebih tahan panas dibanding baja karbon, namun akan melunak jika suhu melebihi kisaran ini.

25.  Facing - Center Drill - Drilling - Boring : Permukaan harus rata (facing) agar senter bor tidak meleset, diikuti pengeboran kecil sebelum diperbesar (boring).

26.  Plat pembawa (driving plate) : Lathe dog diikatkan pada benda kerja dan 'ekor'nya masuk ke lubang plat pembawa untuk memutar benda.

27.    : Sudut yang diatur adalah setengah sudut konis, yang dihitung dengan perbandingan selisih jari-jari terhadap panjang.

28.  Memberikan ruang bebas bagi pahat atau komponen pasangan saat perakitan : Aluran memastikan komponen bisa duduk sempurna (rapat) tanpa terhalang radius sisa pahat.

29.  Membuat permukaan benda menjadi kasar agar tidak licin saat dipegang : Kartel menekan permukaan benda hingga membentuk pola intan atau garis.

30.  Terjadi getaran (chatter) dan kelenturan : Kurangnya kekakuan (rigidity) menyebabkan pahat membal dan hasil permukaan bergelombang.

31.  Koordinat program G-code yang dimasukkan : Sistem komputer menggerakkan motor servo sesuai urutan koordinat dalam program.

32.  Menghilangkan burr (tatal tajam yang menempel) pada tepi benda : Burr dapat menghalangi suaian yang presisi dan melukai tangan perakit.

 


Posting Komentar untuk "PEMBAHASAN PSAJ TEKNIK PEMESINAN BUBUT"