ZMedia Purwodadi

TOLERANSI GEOMETRIK PADA GAMBAR TEKNIK MESIN

Table of Contents

 

Toleransi Geometrik (sering disebut GD&T - Geometric Dimensioning and Tolerancing) pada gambar mesin adalah toleransi yang digunakan untuk membatasi penyimpangan bentuk, posisi, atau orientasi dari suatu elemen benda kerja.

Toleransi ukuran linier saja tidak cukup untuk menjamin komponen berfungsi dengan baik. Sebagai contoh, sebuah poros bisa saja memenuhi standar diameter nominalnya, tetapi jika poros tersebut melengkung, ia tetap tidak akan bisa dimasukkan ke dalam lubang pasangannya. Di sinilah toleransi geometrik berperan.


TOLERANSI BENTUK (FORM TOLERANCES)

Kelompok ini berfungsi untuk mengontrol bentuk tunggal dan tidak memerlukan bidang acuan (datum)***.

1. Kelurusan (Straightness)

Kelurusan digunakan untuk memastikan bahwa sebuah garis, permukaan silinder (seperti poros), atau sumbu tengah (axis) benda kerja benar-benar lurus dalam batas rentang yang ditentukan.

  • Simbol: Garis lurus horizontal
  • Aplikasi Lapangan: Sangat vital untuk pembuatan poros transmisi yang panjang, batang piston, atau rel pemandu linear (linear guide rail). Jika poros tidak lurus, akan terjadi getaran hebat (vibration) saat berputar pada kecepatan tinggi yang dapat merusak bantalan (bearing).

2. Kerataan (Flatness)

Kerataan memastikan bahwa seluruh titik pada suatu permukaan berada di antara dua bidang sejajar virtual yang menjadi batas toleransinya. Semua elemen permukaan harus berada dalam satu bidang datar yang sempurna.

  • Simbol: Jajaran genjang 
  • Aplikasi Lapangan: Biasanya diterapkan pada permukaan blok silinder mesin (cylinder block), kepala silinder (cylinder head), atau meja mesin perkakas. Permukaan ini harus sangat rata agar saat dipasang paking (gasket), tidak terjadi kebocoran oli atau tekanan kompresi.

3. Kebulatan (Roundness / Circularity)

Kebulatan mengontrol seberapa melingkar penampang luar atau dalam dari sebuah benda berbentuk silinder, kerucut, atau bola. Toleransi ini diukur secara dua dimensi (2D) pada setiap satu bidang potong yang tegak lurus sumbu.

  • Simbol: Lingkaran
  • Aplikasi Lapangan: Digunakan pada pembuatan pen (dowel pin), syaf engkol (crankshaft journal), atau bola pada ball bearing. Jika kebulatannya buruk, distribusi beban menjadi tidak merata dan memicu keausan dini.

TOLERANSI ORIENTASI (ORIENTATION TOLERANCES)

Kelompok ini mengontrol sudut dan wajib memiliki elemen acuan (Datum) seperti permukaan atau sumbu patokan.

4. Kesejajaran (Parallelism)

Kesejajaran memastikan sebuah permukaan atau sumbu tengah berjarak sama di setiap titiknya terhadap bidang atau sumbu acuan (datum).

  • Simbol: Dua garis miring sejajar
  • Aplikasi Lapangan: Digunakan pada penampang atas dan bawah dari balok pemandu mesin CNC atau cetakan (molding). Jika kedua permukaan tidak sejajar, gerakan mekanis mesin akan seret atau menjepit di satu sisi.

5. Ketegaklurusan (Perpendicularity)

Ketegaklurusan memastikan sebuah permukaan, bidang tengah, atau sumbu membentuk sudut tepat 90 derajat terhadap bidang atau sumbu acuan (datum).

  • Simbol: Huruf T terbalik
  • Aplikasi Lapangan: Sangat penting pada pembuatan dinding lubang silinder terhadap permukaan atas blok mesin, atau tiang kolom mesin freis terhadap mejanya. Jika tidak tegak lurus, gerakan translasi (naik-turun) piston akan miring dan menggesek dinding silinder secara asimetris.

CARA MEMBACA KOTAK TOLERANSI (FEATURE CONTROL FRAME)

Pada gambar mesin, informasi toleransi geometrik ditulis dalam kotak persegi panjang bersegmen yang dinamakan Feature Control Frame. Cara membacanya adalah dari kiri ke kanan:

  • Kolom Pertama: Menunjukkan Simbol Geometrik yang diminta.
  • Kolom Kedua: Menunjukkan Nilai Toleransi total dalam milimeter.
  • Kolom Ketiga: Menunjukkan Huruf Datum/Acuan.



-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar