ZMedia Purwodadi

STANDAR ISO DAN SNI

Table of Contents


Dalam gambar teknik mesin, standar aspek geometris, simbol, proyeksi, dan toleransi sangat krusial agar desain dapat dipahami dengan sama oleh pihak perancang, operator produksi, hingga bagian quality control.

Di Indonesia, acuan yang digunakan adalah ISO (International Organization for Standardization) sebagai standar internasional, dan SNI (Standar Nasional Indonesia) yang sebagian besar mengadopsi langsung dari ISO untuk diterapkan secara nasional.

HUBUNGAN ANTARA ISO DAN SNI

Sebagian besar SNI untuk gambar teknik merupakan hasil adopsi identik dari standar ISO. Artinya, konten teknis, simbol, dan aturan yang tertuang dalam SNI sama persis dengan apa yang diatur oleh ISO. Langkah ini diambil agar lulusan vokasi maupun industri manufaktur di Indonesia memiliki daya saing dan keselarasan secara global.

STANDAR ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK

Beberapa aspek mendasar yang diatur secara ketat oleh ISO dan SNI meliputi:

1. Ukuran Kertas Gambar (ISO 5457/SNI ISO 5457)

Standar ini mengatur ukuran kertas seri A yang digunakan dalam gambar teknik beserta ukuran garis tepi (border).

  • A0: 841 x 1189 mm
  • A1: 594 x 841 mm
  • A2: 420 x 594  mm
  • A3: 297 x420 mm
  • A4: 210 x 297 mm
2. Garis dan Huruf (ISO 128 & ISO 3098)
  • ISO 128 (Jenis Garis): Mengatur penggunaan jenis garis berdasarkan fungsinya. Misalnya, garis tebal kontinu untuk kontinuitas benda nyata, garis tipis kontinu untuk garis ukur/arsir, garis strip-titik untuk garis sumbu, dan garis putus-putus untuk bagian yang tidak terlihat.
  • ISO 3098 (Huruf dan Angka): Mengatur bentuk, tinggi, dan ketebalan huruf/angka gambar (Tipe A dan Tipe B, baik tegak maupun miring 75 derajat agar tulisan pada etiket dan dimensi mudah dibaca.

3. Proyeksi Gambar (ISO 5456 / SNI 05-0523

Mengatur metode penyajian gambar 3D ke dalam bentuk 2D. Terdapat dua sistem proyeksi ortogonal utama:

  • Proyeksi Eropa (Metode Kuadran I): Peletakan pandangan berbalik arah dengan arah pandang.
  • Proyeksi Amerika (Metode Kuadran III): Peletakan pandangan searah dengan arah pandang (paling banyak digunakan dalam CAD modern/Autodesk Inventor).

STANDAR TOLERANSI DAN SATUAN

Dalam permesinan presisi, komponen harus dibuat dengan batasan ukuran tertentu agar bisa dirakit. ISO menetapkan standar universal untuk ini:

1. Toleransi Linier dan Geometris (GD&T)
  • ISO 2768 (Toleransi Umum): Standar toleransi untuk dimensi tanpa keterangan spesifik (dibagi menjadi kelas fine, medium, coarse).
  • ISO 1101 (Geometrical Dimensioning and Tolerancing - GD&T): Mengatur simbol-simbol bentuk dan posisi seperti kelurusan (straightness), kerataan (flatness), kebulatan (circularity), dan kesepusatan (concentricity).
2. Sistem Suaian (Sistem Basic Poros & Lubang)
  • ISO 286: Mengatur sistem suaian (fits) menggunakan kode huruf dan angka (misalnya: H7/g6 untuk suaian longgar/berputar). Huruf kapital digunakan untuk lubang, dan huruf kecil untuk poros.

STANDAR SIMBOL KHUSUS PEMESINAN

1. Konfigurasi Permukaan / Kekasaran Dinding (ISO 1302)

Mengatur cara penulisan tingkat kekasaran permukaan komponen setelah proses pemesinan (misalnya bubut, miling, atau gerinda). Simbolnya berbentuk centang bermakna segitiga dengan nilai kekasaran berupa angka Ra (mikrometer) atau kelas N1 hingga N12.

2. Konfigurasi Pengelasan (ISO 2553)

Mengatur simbol dan penunjukan hasil pengelasan pada gambar rakitan (assembly), menentukan jenis las (fillet, butt, dll.) serta ketebalan lasan.

Ringkasan Matriks Standar Utama

Aspek GambarStandar ISOStandar SNI Padanan
Aturan Umum & GarisISO 128SNI ISO 128
Huruf dan AngkaISO 3098SNI ISO 3098
Metode ProyeksiISO 5456SNI 05-0523 (Sistem Proyeksi)
Toleransi DimensiISO 286 / ISO 2768SNI ISO 286
Toleransi Geometris (GD&T)ISO 1101SNI ISO 1101
Kekasaran PermukaanISO 1302SNI 05-0326

PENTINGNYA STANDAR ISO & SNI

Saat memodelkan komponen di software CAD seperti Autodesk Inventor atau membuat program di Mastercam, pemilihan standar ini (terutama pemilihan opsi standar ISO pada drawing template) akan secara otomatis menyesuaikan bentuk panah, posisi angka dimensi, gaya huruf, dan simbol toleransi agar sesuai dengan aturan internasional di atas.


-= TERIMA KASIH =-

Posting Komentar